- Seorang remaja putri berinisial SH melakukan penganiayaan terhadap bocah laki-laki berinisial SY di Kampung Dapur Arang, Batam, Minggu (14/6/2026).
- Insiden tersebut dipicu tuduhan bahwa korban sempat melontarkan kata-kata kasar terhadap ibu pelaku dalam sebuah percakapan grup daring.
- Keluarga korban telah melaporkan kasus penganiayaan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum setelah video peristiwa tersebut beredar luas.
SuaraBatam.id - Insiden dugaan penganiayaan remaja perempuan terhadap bocah laki-laki terjadi di kawasan Kampung Dapur Arang, Belakang Padang, Kota Batam, pada Minggu (14/6/2026).
Terduga pelaku merupakan remaja putri SH (14), sedangkan korban berinisial SY berusia 13 tahun. SH dikabarkan sudah tidak bersekolah.
Seorang saksi bernama Puspita Sari menceritakan bahwa sebelum insiden terjadi, korban sempat dibawa oleh SH ke sebuah warung tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
"Setahu saya, korban dibawa ke warung dekat rumah oleh terduga pelaku bersama beberapa temannya. Setelah itu terjadi peristiwa yang videonya kemudian beredar," ujarnya kepada Batamnews--jaringan Suara.com, Senin (15/6/2026).
Menurut informasi yang dihimpun, penganiayaan itu dipicu oleh tuduhan bahwa korban menyebut ibu pelaku dengan kata-kata kasar dalam percakapan grup bersama teman-temannya.
Namun, belum diketahui siapa yang menyampaikan tuduhan itu kepada SH. Bukti percakapan yang dimaksud juga belum pernah ditunjukkan.
Dalam video yang beredar, tampak seorang remaja melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Peristiwa itu direkam oleh orang lain yang berada di lokasi.
Puspita mengaku tidak tahu pasti bagaimana rekaman video itu bisa sampai ke tangan ibu korban.
"Kami juga tidak tahu siapa yang pertama kali menyebarkan video itu. Yang jelas, akhirnya video tersebut sampai ke pihak keluarga korban," katanya.
Setelah mengetahui kejadian itu, keluarga korban langsung melaporkannya ke polisi agar diproses secara hukum.
"Kami berharap kasus ini dapat ditangani secara adil dan tuntas agar tidak terjadi lagi kejadian serupa terhadap anak-anak," jelas Puspita.
Polisi saat ini masih menyelidiki kronologi lengkap peristiwa tersebut. Penyidik juga tengah memeriksa saksi-saksi dan menelusuri asal-usul video yang beredar di media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara
-
Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026
-
Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Sigambal Bantu UMKM Naik Kelas
-
BRI Siap Dukung Prabowo Perluas Kepemilikan Rekening, Inklusi Keuangan Jadi Fokus
-
Kasus ISPA di Batam Meningkat Efek Kabut Asap Karhutla