- Ratusan warga mendatangi kantor LIRA Kepri di Batam pada Senin (15/6/2026) untuk memprotes unggahan Gubernur LIRA Yusril Koto.
- Massa menuntut Yusril Koto meminta maaf karena unggahannya mengenai proyek siluman di Pulau Kasu dianggap mencemarkan nama baik.
- Demonstrasi berujung pada perusakan kantor LIRA dan rencana warga melaporkan Yusril Koto ke Polresta Barelang atas dugaan pelanggaran ITE.
SuaraBatam.id - Ratusan orang mendatangi kantor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau (Kepri) di Batam Kota, Senin (15/6/2026).
Demonstran memprotes unggahan media sosial Gubernur LIRA Kepri, Yusril Koto, yang mengkritisi dugaan "proyek siluman" di Pulau Kasu dan menyebut adanya keterlibatan oknum anggota DPRD.
Masyarakat meminta Yusril Koto menemui warga dan menjelaskan pernyataannya mengenai dugaan proyek siluman di Pulau Kasu.
"Usir Yusril Koto," teriak massa berulang kali.
Massa aksi merupakan warga dari sejumlah pulau di Kecamatan Belakang Padang dan Sekupang. Mereka yang melakukan unjuk rasa sejak pagi lebih dulu berkumpul di kawasan STC Mall, Sekupang.
Pengunjuk rasa rela menyeberang menggunakan speedboat dari Pulau Kasu, Pulau Terong, Pulau Pecong, Sekanak Raya, Tanjung Sari, dan sejumlah pulau penyangga lain menuju Pelabuhan Rakyat Tanjung Riau.
Sekitar pukul 09.30 WIB, massa tiba di kantor LIRA Kepri. Bangunan dalam keadaan tertutup dan terkunci. Puluhan personel kepolisian telah bersiaga.
Melansir Batamnews--jaringan Suara.com, massa aksi menilai unggahan itu telah mencemarkan nama baik masyarakat pulau dan memicu keresahan.
Yusril Koto diminta meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Pulau Kasu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA didesak mencopotnya dari jabatan Gubernur LIRA Kepri.
Warga juga ingin Yusril Koto diusir dari Batam dan kepolisian mengusut dugaan pelanggaran hukum dari unggahan tersebut.
Suasana sempat memanas ketika sebagian peserta aksi melempar batu ke arah bangunan kantor LIRA. Kaca lantai dua kantor LIRA pecah.
Massa juga merusak dan mencopot sejumlah atribut organisasi. Sebagian atribut dibakar di penghujung aksi.
Aparat kepolisian beberapa kali mengimbau massa agar tetap tertib. Sempat terjadi ketegangan, namun berhasil diredam.
Menurut warga, penyebutan "proyek siluman" dalam unggahan tersebut menimbulkan kesan seolah-olah masyarakat Pulau Kasu terlibat praktik melanggar hukum.
Warga mengaku sudah memberi kesempatan kepada Yusril Koto untuk klarifikasi sebelum aksi digelar, namun tidak membuahkan hasil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!
-
Mantri BRI Dewi Natalia, Dedikasi 15 Tahun Dampingi 380 Debitur Mikro
-
Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional
-
UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia
-
Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara