- Bripda Arawna Sihombing menjadi tersangka penganiayaan anggota polisi hingga meninggal.
- Tersangka merupakan personel yang berdinas di Dit Samapta Polda Kepri dari 20 Desember 2024.
- Selain Bripda Arawna, 8 saksi diperiksa terkait tewasnya korban Bripda Natanael Simanungkalit.
SuaraBatam.id - Bripda Arawna Sihombing (AS), personel Polda Kepulauan Riau (Kepri) ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan hingga seorang anggota polisi meninggal dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Propam Polda Kepri juga telah memeriksa delapan orang saksi terkait tewasnya korban bernama Bripda Natanael Simanungkalit.
Tersangka Arawna Sihombing, juga berpangkat Bripda, merupakan senior korban yang telah berdinas di Dit Samapta Polda Kepri sejak 20 Desember 2024.
Ia diketahui lahir di Batam pada tahun 2004 dan berasal dari keluarga Sumatera Utara.
Sementara korban Natanael Simanungkalit merupakan anggota Bintara Samapta angkatan 2025. Ia merupakan warga Sagulung dan anak dari Royamser Simanungkalit.
Mendiang Bripda Natanael baru dilantik sebagai anggota Polri pada Desember 2025 dan sejak itu tinggal di asrama Polda Kepri.
Diketahui, peristiwa tragis terjadi di lantai tiga Gedung Trengginas, asrama Polda Kepri, Kota Batam, pada Senin (13/4/2026) malam.
Melansir Batamnews--jaringan Suara.com, insiden bermula saat pelaku memanggil korban karena diduga tidak mengikuti kegiatan kerja bakti rutin.
"Langsung terjadi kekerasan dan penganiayaan," ujar Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Eddwi Kurniyanto, Selasa (14/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.
Eddwi juga menyebutkan, hingga saat ini belum ditemukan adanya persoalan pribadi antara pelaku dan korban.
Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa pelaku akan dikenakan sanksi etik maupun pidana. Korban diketahui meninggal dunia pada Selasa dini hari akibat luka lebam di bagian punggung.
Menanggapi kejadian ini, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei, menyampaikan duka cita mendalam dan menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung, dan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia, dari Best CEO hingga Best Bank
-
Pengguna Qlola Tembus 99 Ribu, BRI Perkuat Platform Digital bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset
-
Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli