- Seorang polisi muda tewas secara tragis di Barak Polda Kepri.
- Korban Bripda Natanael Simanungkalit diduga dianiaya seniornya.
- Disebutkan kekerasan berawal dari perselisihan usai tanding sepakbola.
SuaraBatam.id - Seorang polisi muda dikabarkan meninggal dunia secara tragis di Barak Polda Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (14/4/2026) dini hari.
Korban bernama Bripda Natanael Simanungkalit tewas diduga lantaran dianiaya seniornya. Ia merupakan anggota Bintara angkatan 2025.
Saat ditemukan, jasad polisi ini dipenuhi luka lebam di sekujur tubuh, terutama di bagian punggung yang mengindikasikan adanya hantaman benda tumpul atau kekerasan fisik yang hebat.
Berdasarkan informasi yang diterima Batamnews--jaringan Suara.com disebutkan jika kekerasan tersebut berawal dari perselisihan usai pertandingan sepakbola antara junior dan senior yang dibumbui taruhan.
"Junior vs senior main bola, senior kalah, senior pukul langsung pukul, katanya taruhan beli nasi katanya," ujar rekan ayah korban menceritakan kronologi yang memicu emosi tersebut.
Ironisnya, nyawa polisi muda itu melayang dengan pemicunya hal yang sepele. Korban diduga menjadi sasaran kemarahan tujuh orang seniornya.
Natanael merupakan warga Sagulung yang baru saja dilantik menjadi anggota Polri pada Desember 2025 lalu.
Ayah korban dan rekan-rekannya tampak terpukul dan tidak menyangka putra mereka yang baru memulai karier harus pulang dalam peti jenazah.
Penjagaan ketat pun terlihat di area rumah sakit sembari menunggu hasil pemeriksaan tim medis. Menanggapi insiden memalukan ini, Polda Kepri langsung mengambil tindakan tegas.
Kapolda Kepri dilaporkan telah memerintahkan Kabid Propam dan Direskrimum untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei, menegaskan bahwa institusinya tidak akan memberikan ruang bagi oknum yang mencoreng nama baik kepolisian.
"Bahwa Polda Kepri tidak akan mentolerir sekecil apapun. Dan saat ini korban di RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi," tegas Nona.
Terkait detail waktu dan kronologi pasti penganiayaan tersebut, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif terhadap para saksi dan terduga pelaku.
"Untuk estimasi kejadian, saya belum bisa pastikan. Masih dalam proses pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak