- Pemkab Natuna menetapkan status tanggap darurat cuaca ekstrem akibat El Nino.
- Keputusan tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan.
- Kekeringan dan karhutla telah terjadi berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat.
SuaraBatam.id - Pemkab Natuna menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu fenomena El Nino.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Natuna Nurul Huda mengatakan penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Natuna Nomor 147 Tahun 2026.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan, dimana bencana cuaca ekstrem, kekeringan dan karhutla telah terjadi serta berpotensi meningkat dan mengganggu kehidupan masyarakat.
Selama masa tanggap darurat, seluruh perangkat daerah, instansi terkait, serta unsur lainnya diminta untuk melakukan langkah penanganan secara terkoordinasi, terpadu, dan berkelanjutan.
"Status ini berlaku selama tujuh hari terhitung mulai 26 Maret 2026, dan dapat diperpanjang atau diakhiri sesuai perkembangan situasi," kata Huda dikutip dari Antara, Minggu (29/3/2026).
Seluruh pembiayaan penanganan bencana akan dibebankan pada APBD kabupaten dan provinsi, serta APBN dan sumber lain yang sah.
Kebijakan ini juga merujuk pada surat edaran gubernur terkait kesiapsiagaan karhutla serta hasil rapat koordinasi yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh para pemangku kepentingan di Natuna.
BPBD Natuna mencatat sekitar lebih 150 hektare hutan dan lahan terbakar pada 27 hingga 28 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Pemkab Natuna telah mendirikan posko di Kecamatan Bunguran Batubi.
Di posko tersebut disiagakan personel BPBD, kepolisian dan pihak kecamatan untuk memantau serta menangani titik api secara cepat.
"Posko telah didirikan sejak 27 Maret 2026 di lokasi kejadian, yakni Jalan Batubi-Kelarik," tegasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Lantik 311 Pejabat Pemkot Batam, Amsakar Ingatkan Tak Ada Pungli dan ASN Malas
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah
-
Oknum Guru SD di Bintan Timur Ditangkap, Tiga Tahun Peras 10 Anak Didiknya