- BMKG deteksi dua kabupaten di Kepulauan Riau mengalami kekeringan.
- Wilayah yang mengalami kekeringan yakni Kabupaten Natuna dan Anambas.
- Dampak kekeringan tersebut bisa mengurangi ketersediaan air tanah.
SuaraBatam.id - Dua kabupaten yang ada di Kepulauan Riau (Kepri) terjadi mengalami kekeringan, berdasarkan citra satelit cuaca (Citra Himawari-9) yang diamati oleh BMKG di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Hang Nadim Batam Ramlan Djambak menyatakan wilayah yang mengalami kekeringan adalah Natuna dan Anambas.
“Saat ini memang untuk wilayah Kepri akan memasuki musim kemarau hingga awal Maret mendatang. Di beberapa wilayah, seperti Natuna dan Anambas, sudah mulai terjadi kekeringan,” kata Ramlan dikutip dari Antara, Sabtu (24/1/2026).
Dua kabupaten tersebut terpantau melalui peta Fire Dengeros Rating System (FDRS) berdasarkan pengukuran suhu, kelembapan, curah hujan, dan angin, yang terjadi di wilayah itu.
"Yang terjadi kekeringan permukaan tanah," ujar Ramlan.
Dia menyatakan, dampak dari kekeringan ini mengurangi ketersediaan air tanah, apalagi jika suatu wilayah hanya mengandalkan sumber air dari tadah hujan.
"Disamping itu kan ada juga wilayah yang mengandalkan sumber air baku dari waduk atau pengelolaan air tawa lainnya," ujarnya.
Ramlan menyebut informasi kondisi kekeringan ini telah dimonitor oleh BMKG yang ada di Natuna dan Tarempa dan sudah disampaikan ke pemerintah daerah masing-masing melalui rapat koordinasi.
Ketika ditanyakan kondisi lima kabupaten lainnya seperti apa dan kenapa baru Natuna serta Anambas yang terpantau kekeringan, Ramlan menjelaskan hal itu disebabkan oleh pola cuaca pada masing-masing wilayah berbeda, termasuk vegetasi atau tutupan lahan di wilayah berbeda-beda juga satu sama lainnya.
"Kekeringan di wilayah perkotaan dengan wilayah pedesaan memiliki dampak yang berbeda-beda juga," ucapnya.
Sementara itu terkait titik panas di wilayah Kepri, Ramlan menyebut titik panas di wilayah Kepri belum terpantau.
Namun pihaknya tetap mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan hingga awal Maret mendatang.
"Waspada terhadap kekeringan dan tidak melakukan pembakaran lahan saat kekeringan," tegasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri
-
Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah
-
Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik
-
Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI
-
Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI