- Masyarakat Tanjungpinang diminta waspada banjir rob hingga 8 Maret.
- Imbauan ini menyusul peringatan dini banjir rob yang dikeluarkan BMKG.
- Warga diminta tak panik, namun tetap waspada saat pasang laut maksimum.
SuaraBatam.id - Pemkot Tanjungpinang mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 25 Februari hingga 8 Maret 2026.
Kepala BPBD Tanjungpinang Muhammad Yamin mengatakan imbauan tersebut menyusul peringatan dini banjir rob yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam.
"Fenomena fase bulan purnama pada 3 Maret 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum, sehingga dapat menyebabkan terjadinya genangan air laut di sejumlah wilayah pesisir Kepri, termasuk Tanjungpinang," katanya dikutip dari Antara, Rabu (25/2/2026).
Menurut Yamin, potensi banjir rob ini secara umum dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat barang, permukiman warga pesisir, serta kegiatan tambak dan perikanan darat.
BPBD telah meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi kemungkinan dampak yang ditimbulkan dari fenomena tersebut.
"Peringatan dini ini menjadi perhatian serius bagi kami. BPBD bakal aktif memantau wilayah pesisir yang berpotensi terdampak serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila terjadi genangan akibat pasang laut," ujarnya.
Ia menjelaskan meskipun banjir rob merupakan fenomena alam yang bersifat periodik, kewaspadaan tetap diperlukan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan risiko kerugian dapat diminimalkan.
Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada, terutama saat pasang laut maksimum. Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, seperti Kampung Bugis, Senggarang, Tanjung Unggat, Teluk Keriting hingga Sei Jang.
"Apabila ditemukan potensi genangan yang membahayakan segera laporkan supaya dapat ditangani lebih cepat," ujarnya.
Yamin memastikan BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG, instansi vertikal, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama periode potensi banjir pesisir berlangsung. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri
-
Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah
-
Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik
-
Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI
-
Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI