Eko Faizin
Rabu, 04 Februari 2026 | 15:14 WIB
Ilustrasi banjir rob. [Dok BPBD Lampung]
Baca 10 detik
  • BPBD Tanjungpinang menyiagakan personel mengantisipasi dampak banjir rob.
  • Berdasarkan BMKG, banjir melanda Tanjungpinang selama periode 3-7 Februari 2026.
  • Masyarakat diminta mengamankan barang-barang berharga dan membatasi aktivitas.

SuaraBatam.id - Prakiraan BMKG menyebut bahwa banjir rob bakal melanda sejumlah kawasan pesisir Tanjungpinang selama periode 3-7 Februari 2026.

BPBD Kota Tanjungpinang telah menyiagakan personel guna mengantisipasi dampak fenomena banjir rob dalam beberapa hari ke depan.

"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD sudah siap memberikan bantuan dan melakukan evakuasi apabila dibutuhkan masyarakat," kata Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang Muhammad Yamin dikutip dari Antara, Rabu (4/2/2026).

Yamin menyampaikan, BPBD Tanjungpinang juga melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan banjir pesisir.

BPBD turut mengimbau masyarakat selalu waspada, seperti mematikan aliran listrik saat terjadi genangan untuk mengantisipasi korsleting dan mewaspadai kemunculan binatang berbisa.

Yamin menyatakan, untuk wilayah Tanjungpinang, daerah yang berpotensi terdampak meliputi kawasan pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Bukit Bestari, dan sekitarnya.

Masyarakat juga diminta mengamankan barang-barang berharga dan membatasi aktivitas di kawasan pesisir saat air laut mencapai pasang maksimum.

Potensi banjir pesisir juga berdampak pada aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan, permukiman pesisir, serta kegiatan ekonomi seperti perikanan dan usaha tambak.

"BPBD Tanjungpinang membuka layanan kedaruratan yang dapat dihubungi masyarakat melalui nomor telepon (0771) 20949," ungkap Yamin.

Yamin mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara bersama-sama. Koordinasi lintas perangkat daerah terus dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 3 hingga 7 Februari 2026 di sejumlah wilayah pesisir Kepri, termasuk Tanjungpinang.

Peringatan dini ini disampaikan seiring adanya fenomena fase Perigee dan bulan purnama yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum. (Antara)

Load More