- Pelaku penipuan kavling siap bangun Batam ditangkap di Bekasi.
- Pelaku bernama Restu Joko Widodo sempat menjadi buronan.
- Para korban sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah.
SuaraBatam.id - Pelaku penipuan kavling siap bangun (KSB) yang meresahkan ratusan warga Batam akhirnya berhasil dibekuk di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2/2026) lalu.
Pria berinisial RJW (35), yang dikenal dengan nama Restu Joko Widodo sempat menjadi buronan dan berpindah-pindah kota.
Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian mengungkapkan ada 131 korban penipuan dengan total kerugian mencapai Rp5,2 miliar lebih.
"Yang bersangkutan kami amankan di Bekasi tanpa perlawanan. Saat ini sudah ditahan di Mapolresta Barelang untuk proses hukum lebih lanjut," ujarnya dikutip dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Sabtu (21/2/2026).
Debby menjelaskan, pelaku merupakan pengembang dari PT Era Cipta Karya Sejati yang diduga menjual kavling fiktif di kawasan Sei Binti dan Bukit Daeng, Batam.
Penangkapan tersebut merupakan akhir dari pelarian pelaku yang sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran polisi.
Para korban yang sebagian besar berasal dari kalangan menengah kebawah mengaku tergiur dengan janji manis pelaku yang menjual kavling dengan dokumen resmi.
Banyak dari mereka rela menyisihkan gaji atau bahkan berutang demi mendapatkan lahan impiannya.
"Banyak yang datangi saya sambil menangis, kasihan. Ada yang sampai pinjam sana-sini, uangnya sudah masuk, tapi lahan tak jelas. Pelakunya kabur," jekas Rudianto, salah satu perwakilan korban.
Heni, warga lain yang turut mendata para korban, merinci total kerugian yang berhasil dihimpun kelompoknya. Untuk KSB Sei Binti, tercatat kerugian Rp3,5 miliar dari 104 korban.
Di SP Plaza sebanyak 16 korban dengan kerugian Rp1,1 miliar, dan di Bukit Daeng sebanyak 11 korban dengan kerugian Rp639 juta.
"Kalau ditotalkan dari data kami ada Rp5,283 miliar. Itu dari 131 orang. Masih ada satu kelompok lagi yang lapor ke Polda," ungkap Heni.
Para korban berharap kepolisian tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga memastikan hak mereka sebagai pembeli bisa kembali.
"Kami ini orang susah, Pak. Harapannya hanya satu, kembalikan hak kami," pinta Heni.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman perkara dan pemeriksaan saksi-saksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Oknum Juru Parkir Ormas Resahkan Pusat Kuliner Tiban Center Batam
-
BRI Peduli Tebar Kebaikan di Paskah 2026, Ribuan Paket Sembako Dibagikan
-
Dari Limbah ke Nilai Ekonomi, Peran Holding Ultra Mikro Dorong Usaha Perempuan
-
Warga Lingga Kecewa: SPBU Tutup, Harga BBM Eceran Capai Rp20.000
-
Kios BBM di Lingga Umumkan 'Maaf Bensin Habis', Begini Kata Pertamina