- BMKG Batam mengimbau masyarakat waspada potensi gelombang tinggi.
- Potensi ini menyusul fenomena Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026.
- Gelombang terjadi di sebagian wilayah Kepri, terutama Anambas dan Natuna.
SuaraBatam.id - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengingatkan agar masyarakat waspada potensi gelombang tinggi saat fenomena Gerhana Matahari Cincin terjadi pada 17 Februari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Ramlan Djambak mengatakan fenomena ini tidak dapat disaksikan di Indonesia, khususnya Kepri, tetapi pada momen itu kondisi gelombang di wilayah Kepri masih cukup tinggi.
"Gelombang di sebagian wilayah Kepri, terutama Anambas dan Natuna, masih cukup tinggi karena angin Muson Barat masih aktif atau Angin Utara kalau di Kepri menyebutnya," ujar Ramlan dikutip dari Antara.
Menurut dia, fenomena Gerhana Matahari Cincin tidak berpengaruh langsung terhadap cuaca di wilayah Kepri. Periode gerhana, kata dia, terjadi secara periodik.
Namun saat ini kondisi cuaca Kepri sudah mulai ada hujan. Berbeda dengan awal Januari hingga awal Februari yang berlangsung selama 35 Hari Tanpa Hujan (HTH).
"Kondisi cuaca Kepri sudah mulai ada hujan sebagian, walau masih hujan-hujan ringan," ujarnya. Sehingga, lanjut dia, diprediksi cuaca Kepri pada Bulan Ramadhan bisa dirasakan sejuk.
Sementara itu untuk cuaca maritim, ketinggian gelombang di Kepri pada periode 17 Februari itu masih cukup tinggi, terutama di daerah Anambas dan Natuna.
"Kecepatan angin yang cukup tinggi dan berimbas kepada ketinggian gelombang laut sudah berlangsung beberapa minggu yang lalu dan masih berlangsung hingga 17 Februari," ujarnya.
Kenaikan gelombang ini perlu diwaspadai bagi transportasi laut yang ada di wilayah Kepri, khususnya Anambas dan Natuna.
Nelayan maupun nakhoda kapal diimbau memperhatikan kondisi cuaca saat berlayar pada periode tersebut.
Gerhana Matahari Cincin diperkirakan terjadi pada 17 Februari 2026 dan hanya akan disaksikan oleh penguin, karena lebih banyak melintasi Antartika Barat, dan menyusuri Pantai Laut Davis di Samudera Selatan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak