- Bandara Hang Nadim memprediksi jumlah penumpang selama Nataru.
- Penumpang pesawat diproyeksi melonjak 3,5 persen akhir tahun ini.
- Tren lonjakan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
SuaraBatam.id - Penumpang pesawat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam Kepulauan Riau (Kepri) diprediksi akan mengalami peningkatan 3,5 persen selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Pjs Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Annang Setia Budhi menyebut, secara tren terjadi lonjakan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
"Untuk Nataru 2025-2026 ini, proyeksi kami ada kenaikan sekitar 3,5 persen dari periode sebelumnya, sehingga total penumpang diperkirakan mencapai 256 ribu orang," katanya, Selasa (16/12/2025).
Pada Nataru 2023-2024, Annang mengatakan, jumlah penumpang tercatat sekitar 200 ribu orang. Sementara pada periode 2024-2025 terjadi kenaikan sekitar 17 persen menjadi kurang lebih 247 ribu penumpang.
Dari sisi rata-rata harian, pergerakan penumpang juga menunjukkan tren meningkat pada momen tersebut.
Pada 2023 tercatat sekitar 11.000 penumpang per hari, sementara pada 2025 meningkat menjadi sekitar 13.500 penumpang per hari.
"Kenaikan penumpang yang cukup tinggi ini juga dipengaruhi oleh masa pemulihan pascapandemi Covid-19, sehingga pada tahun-tahun sebelumnya pertumbuhannya cukup besar. Untuk pergerakan pesawat, rata-rata harian kami prediksi sekitar 91 penerbangan," kata dia.
Annang mengatakan, rute dengan pergerakan penumpang terbanyak masih didominasi penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng (CGK), dan Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.
PT BIB juga memprediksi puncak arus mudik Nataru akan terjadi pada Minggu 21 Desember 2025.
"Puncak arus mudik diproyeksikan pada tanggal 21 Desember, hari Minggu, lalu untuk arus balik pada 4 Januari. Dengan jumlah penumpang mencapai 15.000 per hari," ujarnya.
Dari sisi kesiapan operasional, PT BIB menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama.
"Kami dari manajemen bandara memastikan kondisi landasan pacu tetap optimal, termasuk menjaga tingkat kekesatan runway untuk meminimalkan risiko keselamatan penerbangan. Selain itu, antisipasi terhadap waktu sibuk (burst time) serta kesiapan pasokan listrik juga dilakukan melalui koordinasi dengan PLN," sebut Annang.
Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga tiket angkutan udara selama periode Nataru 2025-2026, PT BIB dan Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan potongan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara serta tarif pelayanan pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
"Selain itu, kami juga menyiapkan posko pelayanan Nataru di bandara untuk memastikan kelancaran operasional dan pelayanan," terang dia.
Terkait kemungkinan penerbangan tambahan atau extra flight, Annang menyebut masih dalam tahap koordinasi dan belum dapat dipastikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak