SuaraBatam.id - CEO Apple, Tim Cook, baru-baru ini mengunjungi Indonesia dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dalam kunjungannya, Cook mengungkapkan rasa bangganya atas kemajuan Apple Developer Academy di Indonesia, yang berlokasi di Surabaya, Jakarta, dan Batam.
"Ke depan, saya yakin kita akan mampu membuka kolaborasi sukses lebih lanjut antara Indonesia dan Apple,” kata Tim.
Cook juga menyambut baik ide Presiden Jokowi untuk memperluas Apple Development Academy dan menjalin kerjasama dengan universitas ternama di Indonesia untuk menciptakan pusat inovasi.
Apple Developer Academy merupakan program pelatihan talenta digital untuk mengembangkan aplikasi Apple. Program ini telah berinvestasi senilai Rp1,6 triliun dan telah menghasilkan lebih dari 2.000 lulusan yang bekerja di berbagai sektor teknologi. Untuk Batam, Apple Academy berlokasi di Nongsa Digital Park, Nongsa.
Sementara, Presiden RI Joko Widodo meminta Apple untuk memperluas pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi bekerja sama dengan universitas ternama di Indonesia.
Baca juga:
Driver Ojol Lakukan Percobaan Perkosaan di Tanjungpinang, Apa Tindakan Maxim?
Tak Kunjung Pulang, Wanita Singapura Ditemukan Tewas di Parkiran Spanyol
"Presiden juga sampaikan satu ide agar di luar membentuk Apple Development Academy, juga bikin inovasi centre bekerja sama dengan top university yang ada di Indonesia," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu.
Menurut Agus, Tim Cook pun sangat menginginkan agar perluasan Apple Academy dapat terus dilakukan. Sejauh ini, Apple telah berinvestasi senilai Rp1,6 triliun untuk pembangunan Apple Development Academy, yakni program pelatihan talenta digital untuk mengembangkan aplikasi Apple.
Program tersebut sudah ada di empat lokasi, yakni BSD Tangerang, Surabaya, Batam, serta yang terbaru di Bali.
Agus menjelaskan bahwa fasilitas pengembangan SDM yang dilakukan Apple melalui Apple Academy merupakan hasil dari kesepakatan Pemerintah Indonesia dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu sebagai bagian dari pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 35 persen untuk perangkat handphone, komputer genggam dan tablet (HKT).
Presiden Jokowi, kata Agus, menilai pengembangan kapasitas SDM melalui Apple merupakan investasi yang tidak kalah pentingnya selain pembangunan pabrik di Indonesia.
Selain itu, Pemerintah Indonesia dan pihak Apple pun sudah sepakat pembangunan manufaktur diperlukan agar Indonesia menjadi pemain dari rantai pasok Apple di dunia.
Berita Terkait
-
Baliho Bakal Calon Pilkada Batam Mulai Bermunculan, KPU: Masih Sosialisasi
-
Batam Sumbang Investasi Terbesar untuk Kepri di 2023, Sumbernya Berasal dari Sini
-
Puluhan Pegawai Non-ASN di Batam Mangkir Usai Libur Lebaran, Dimaklumi atau Disanksi?
-
Pemuda Batam Tikam Teman Sendiri karena Cemburu Baca Chat-an dengan Pacarnya
-
Masyarakat Mengeluh, Tarif Parkir di Pelabuhan Punggur dan Sekupang Naik: Bayar Berapa?
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri
-
Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah
-
Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik
-
Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI