SuaraBatam.id - Raut kesedihan dan bimbang terlihat di wajah Lola Fauziah, istri dari Andrica Ricora Ginting Munthe, oknum anggota Brimob Polda Kepulauan Riau (Kepri) tersandung kasus narkotika sejak Januari 2022 silam.
Kasus yang menimpa suaminya ini, juga sempat menarik perhatian publik, dimana Andrica juga diketahui merupakan mantan Pengawal Pribadi (Walpri) Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Lola yang didampingi kuasa hukum menyebutkan, kesedihan yang dirasakannya saat ini, dikarenakan tuntutan jaksa yang meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun pidana penjara, pada persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (22/9/2022) lalu.
"Tuntutan yang diminta oleh Jaksa kemarin adalah bentuk ketidakadilan yang saat ini dialami oleh suami saya," terang Lola, Senin (26/9/2022).
Mengenai kasus tersebut, Lola menegaskan bahwa suaminya adalah korban, dari tindak pidana narkotika yang kini sudah bergulir di ranah Pengadilan.
Hal ini ia lontarkan, dikarenakan dugaan prosesi penangkapan hingga pengungkapan kasus yang dinilai cacat hukum.
"Kenapa saya duga seperti itu, karena pemilik narkoba sebenarnya tidak turut serta diamankan. Suami saya itu hanya korban. Dia sudah mengabdi 16 tahun dengan sederet prestasi, suami saya tidak mungkin gegabah untuk memiliki dan menyimpan narkoba," lanjutnya.
Tidak hanya itu, Lola yang kini harus merawat ketiga anaknya sendirian, juga terpaksa berbohong kepada anak-anaknya.
Terutama disaat informasi mengenai proses penangkapan terhadap suaminya yang simpang siur di media massa.
"Anak-anak sering tanya ayahnya ke mana. Saya jelaskan ayah lagi ada tugas khusus. Proses penangkapan dan informasi di media massa tentang suami saya. Sampai saat ini memang sangat berdampak terhadap kami," lirihnya.
Kuasa hukum Andrica, Ismail juga turut menegaskan bahwa kliennya hanyalah kambing hitam dari dugaan cacat hukum yang terjadi saat pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti 6 kilogram sabu.
Hal ini didasari oleh fakta persidangan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Ditresnarkoba Polda Kepri, dan penggalian fakta yang dilakukan oleh kuasa hukum.
"Secara singkat bahwa di dalam BAP juga tertulis. Bahwa pemilik barang itu sebenarnya adalah dua orang yang diketahui bernama Helmi bin Ramli dan Syamsir Ode. Namun mana mereka sekarang, kenapa tidak diamankan dan seakan memang kedua orang ini memang ingin menjebak saja," tegasnya
Ismail menerangkan, sesuai keterangan pada BAP, Helmi dan Syamsir Ode diterangkan sebagai pihak pertama yang menjadi penemu narkotika jenis sabu dan terbungkus di dalam karung di pantai dekat Hotel Club Med, Bintan pada Kamis (20/1/2022) silam.
Namun, keduanya diketahui tidak langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisian, melainkan melaporkan dan membawa temuan itu kepada terdakwa Maskum yang diketahui berprofesi sebagai security.
Berita Terkait
-
Geng Remaja Bersenjata Tajam di Batam Diciduk usai Palak Anak Bawah Umur
-
Pemerintah Masih Belum Berlakukan Bebas Visa untuk Wisman di Kepri
-
Gugat Polisi, Tersangka Kasus Narkotika di Mojokerto Protes Soal BB Sabu
-
Polisi Gerebek Hotel di Batam, Temukan Belasan PMI Ilegal akan Dikirim ke Malaysia
-
Bebas Terkait Kasus Korupsi, Nurdin Basirun: Saya Rindu Salat Subuh Bersama Warga
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV