SuaraBatam.id - Sampai saat ini kebijakan khusus bebas visa di Kepulauan Riau (Kepri) masih belum diberlakukan.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mendesak pemerintah pusat kembali memberlakukan visa utuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di wilayah itu.
"Saya sudah menyurati Kementerian Hukum dan HAM agar memberlakukan kembali kebijakan bebas visa tidak hanya sebatas untuk ASEAN, melainkan juga negara lainnya yang potensial berkunjung ke Kepri. Kami yakin Pak Menteri menyetujuinya," kata Ansar di Tanjungpinang, Kamis.
Menurutnya, kebijakan bebas visa itu salah satunya untuk menggaet ribuan orang dengan status ekspatriat yang kerja di Singapura untuk berkunjung ke kawasan pariwisata di Kepri.
"Ada potensi ekspatriat yang kerja di Singapura dan negara border yang biasa liburan akhir pekan jadi kurang minatnya datang (ke Kepri) karena harus bayar Visa on Arrival (VOA)," ujarnya.
Gubernur Ansar mengatakan Presiden Joko Widodo pada Maret 2016 mengesahkan Perpres Nomor 21 Tahun 2016 terkait keimigrasian. Berdasarkan peraturan itu, sebanyak 169 negara berhak mendapatkan izin tinggal dengan pengecualian hanya dapat digunakan untuk keperluan wisata serta keperluan bisnis dan dapat digunakan selama 30 hari tanpa bisa diperpanjang.
Syarat untuk mendapatkan bebas visa itu yakni memiliki paspor dengan masa berlaku paling singkat enam bulan,
memiliki tiket kembali atau tiket untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain, tidak dapat diperpanjang atau dialihstatuskan menjadi izin tinggal lainnya, dan melakukan kegiatan kunjungan seperti wisata, kunjungan keluarga, sosial dan seni budaya, tugas pemerintahan, dan keperluan bisnis lainnya.
Namun kebijakan tersebut tidak dapat dilaksanakan saat pandemi untuk mencegah penularan COVID-19.
Menurut gubernur, kondisi Kepri sejak tahun 2022 terkait penularan COVID-19, dapat dikendalikan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat bersinergi, dan berhasil mengendalikan COVID-19 sehingga saatnya pemerintah mengembalikan kebijakan bebas visa untuk negara-negara yang potensial mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata di Indonesia, khususnya Kepri.
Baca Juga: Batam Terapkan Uji Coba Tilang Elektronik Hari Ini, Daerah Lain Menyusul
"Sejak 15 September 2022, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk warga negara yang bebas visa berkunjung ke Indonesia yakni Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Kami menginginkan warga negara lainnya juga mendapatkan fasilitas yang sama sehingga tertarik berkunjung ke Kepri," tuturnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kepri Luki Zaiman Prawira mengatakan target kunjungan wisman ke Kepri tahun 2022 mencapai 1 juta orang. Hingga Juli 2022, berdasarkan data BPS, jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri sebanyak 175.000 orang.
Juli 2022, kata dia jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri mencapai sekitar 80.000 orang, tertinggi selama pandemi COVID-19.
"Sebagian besar wisman yang berkunjung ke Kepri merupakan warga Singapura," katanya.
Sementara target kunjungan wisatawan nusantara ke Kepri pada tahun ini mencapai 4 juta orang
"Kami memperbanyak kegiatan kepariwisataan bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Kami juga menggandeng pelaku pariwisata, dan mengajak mempromosikan objek wisata dan kegiatan kepariwisataan," ucapnya. [antara]
Tag
Berita Terkait
-
Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Laut Kepri, Berisi 1,3 Ton Narkoba Siap Edar
-
Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026
-
Harta Kekayaan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Ayah Bupati Bintan Roby Kurniawan
-
Tuai Kritik! Viral Ketua DPRD Kepri Santai Naik Moge Tanpa Helm di Batam
-
Annyeonghaseyo! Korea Gratiskan Visa Liburan WNI, Syaratnya Cuma Gak Boleh Pergi Sendiri
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Lantik 311 Pejabat Pemkot Batam, Amsakar Ingatkan Tak Ada Pungli dan ASN Malas
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah
-
Oknum Guru SD di Bintan Timur Ditangkap, Tiga Tahun Peras 10 Anak Didiknya