SuaraBatam.id - Bandara Hang Nadim Kota Batam dan Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau akan melayani penerbangan internasional pada Juni 2022.
"Nanti kita serahkan kepada asosiasi yang mau mendatangkan penerbangan itu. Asosiasi itukan ada kerjasama dengan Korea Taiwan atau China, mereka yang mengadakan kerjasamanya dan kami hanya backup saja," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar di Batam, Kamis 28 April 2022, dikutip dari Antara.
Menurutnya layanan penerbangan Internasional tersebut nantinya akan langsung ke Bandara Hang Nadim atau Bandara RHF, sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan penerbangan charter atau sewaan.
"Kalau sebelum pandemi, ada penerbangan dari Jepang hingga Korea datang ke sini karena bandara kita sudah internasional," sebut Buralimar.
Buralimar sangat antusias dengan dibukanya layanan penerbangan internasional tersebut, karena secara tidak langsung akan membangkitkan sektor pariwisata setelah dua tahun terdampak pandemi COVID-19.
"Dampaknya baik juga buat Provinsi Kepri, makanya kita sangat mendukung ," katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi menyebut pembukaan layanan penerbangan Internasional, apabila keputusan orang asing bisa masuk ke Indonesia sudah tidak memberlakukan tes COVID-19 PCR/antigen.
"Kalau itu masih berlaku, saya kira Wisman masih enggan datang ke sini," kata Rudi yang juga Wali Kota Batam.
Namun demikian, kata Rudi, BP Batam sebelumnya juga sudah melakukan kerjasama pengelolaan bandara Hang Nadim dengan konsorsium PT Angkasa Pura I - PT Wijaya Karya (Wika) dan Incheon International Airport, Korea Selatan.
Baca Juga: Ditemukan Penipuan dengan Modus QRIS di Batam, Ini Saran BI Kepri Agar Tak Tertipu
"Jadi walau tanpa diminta pun, mereka akan datang sendiri, karena dalam perjanjian dia harus menyiapkan penerbangan langsung dari luar negeri masuk ke Batam," ucap Rudi.
Berita Terkait
-
Indonesia Respons Kecaman Korea Utara Soal Denuklirisasi
-
KBRI Jepang Ungkap Kondisi WNI Pasca Gempa Besar Kumamoto
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Kabur ke Luar Negeri Tak Mampu, Bertahan di Negeri Sendiri Pun Semakin Berat
-
Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Pemkot Batam Soroti Izin Tempat Hiburan Jadi Lokasi Kasino yang Digerebek Bareskrim
-
Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia
-
Lantik 311 Pejabat Pemkot Batam, Amsakar Ingatkan Tak Ada Pungli dan ASN Malas