SuaraBatam.id - Produksi padi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 2021 naik dari tahun sebelumnya. BPS mencatat produksi padi Kepri mencapai 855,01 ton gabah kering giling (GKG) atau naik tipis sebanyak 2,47 ton GKG dibandingkan 2020.
Produksi padi tertinggi pada 2021 terjadi pada Januari sebesar 198,67 ton GKG, sementara terendah pada November 7,55 ton GKG.
"Berbeda dengan kondisi pada 2021, produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada Februari," kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus di Tanjungpinang, Kepri, Rabu.
Darwis menyampaikan terdapat beberapa kabupaten/kota di Kepri yang mengalami peningkatan produksi padi relatif besar, misalnya Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Karimun.
Kemudian, tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi tertinggi pada 2021 adalah Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Sementara, untuk kabupaten/kota dengan produksi padi terendah ialah Kabupaten Bintan
"Namun di sisi lain, penurunan produksi padi yang cukup besar pada 2021 terjadi di beberapa wilayah potensial penghasil padi, seperti Kabupaten Natuna dan Kabupaten Bintan," ungkapnya.
Darwis juga menyampaikan realisasi panen padi di Kepri sepanjang Januari hingga Desember 2021 sebesar 270,16 hektare atau turun sekitar 28,36 hektare dibandingkan 2020 yang mencapai 298,52 hektare.
Menurut dia, puncak panen padi pada 2021 mengalami pergeseran dibanding 2020. Pada 2021, puncak panen terjadi pada Januari, yaitu mencapai 62,19 hektare, sementara puncak panen pada 2020 terjadi pada Februari, yaitu sebesar 55,26 hektare.
Baca Juga: Pemprov Kepri Akan Sediakan Pasar Murah untuk Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok
Selanjutnya, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi di Kepri pada 2021 setara dengan 489,29 ton beras atau mengalami peningkatan 1,41 ton dibandingkan 2020 yang 487,88 ton.
Produksi beras tertinggi pada 2021 terjadi pada Januari, yaitu 113,69 ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada November sebesar 4,32 ton.
Darwis menyampaikan produksi beras di Kepri Januari 2022 diperkirakan sebanyak 29,79 ton beras dan potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2022 ialah sebesar 146,00 ton.
Dengan demikian, potensi produksi beras pada subround Januari-April 2022 diperkirakan mencapai 175,79 ton beras atau mengalami penurunan 90,25 ton dibandingkan Januari-April 2021 yang 266,04 ton beras. (antara)
Berita Terkait
-
Waduk Bili-Bili Mengering, Petani Sulap Lahan Genangan Jadi Sawah
-
Fadly Padi Ajak Makassar Bernyanyi untuk NTT Lewat Sound of Humanity
-
Operasi Gabungan Bongkar Pengiriman 800 Kg Ketamin di Kepri
-
Sukses Lipat Gandakan Hasil Panen, Lucky Hakim Bongkar Kunci Sukses Pertanian Indramayu
-
Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
BRI Siap Dukung Prabowo Perluas Kepemilikan Rekening, Inklusi Keuangan Jadi Fokus
-
Kasus ISPA di Batam Meningkat Efek Kabut Asap Karhutla
-
5 Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Batal Buntut Erupsi Anak Krakatau
-
Lewat Kinerja Triwulan II 2026, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan