SuaraBatam.id - Banyak kisah perjuangan seseorang untuk pengorbanan untuk mencapai kesuksesan. Kisah ini tentunya bisa menginspirasi banyak orang yang merasa susah.
Seperti pemuda satu ini, yang memulai kesuksesannya dari jualan bakso malang di sekolah.
Pemuda bernama Muhammad Fikri ini membagikan sebuah cerita dalam akun TikToknya @manusia.ratarata, tentang perjalanannya untuk mencapai sukses di usia muda.
Sejak sekolah, Fikri tak malu membawa gerobak dagangan bakso Malang miliknya. Mengenakan seragam, ia berjualan di waktu istirahat sekolah, dan berkeliling setelah jam sekolah usai.
"Setiap hari harus bangun jam 4 pagi buat nyiapin semua (masak dll). Berangkat sekolah sambil bawa dagangan pakai motor, pakai seragam sekolah," tulisnya dalam video tersebut.
Ketika siswa lain bermain dan mengisi perut di jam istirahat, Fikri memilih untuk berjualan. Setelah jam istirahat selesai, ia pun mencuri waktu untuk makan di kelas. Bukan cuma di hari sekolah saja, saat libur pun ia tetap berjualan bakso malang di pasar untuk tambahan uang saku.
Tentu saja, usaha ini tak selalu berjalan mulus. Bahkan, menurutnya, motor dan gerobaknya pernah terbakar karena seorang teman yang iseng mengerjainya. Karena kurangnya istirahat, ia juga sering mengalami mimisan.
Namun, usaha kerasnya tersebut membuahkan hasil. Berkat dukungan dan doa dari orangtuanya, Fikri akhirnya bisa membuka sebuah kedai bakso Malang. Ia pun bisa berkuliah dengan beasiswa hingga usahanya tersebut terus berkembang.
Saat ini, ia dikenal sebagai seorang motivator yang kerap diundang sebagai pembicara di beberapa seminar wirausaha. Hingga diundang ke program Talkshow di televisi swasta bersama Deddy Corbuzier.
Baca Juga: Keren, Pemuda Ini Tak Malu Jualan Bakso Malang di Sekolah, Kini Sudah Meraih Sukses
"Dapet beasiswa wirausaha dari Mien R. Uno, bisa beli mobil dengan hasil kerja keras sendiri, walaupun cuma mobil biasa," ujar dia.
Kisah ini pun begitu menarik perhatian warganet hingga membuat banyak dari mereka merasa terinspirasi. Video tersebut hingga saat ini telah dilihat lebih dari 3,5 juta kali dengan berbagai komentar.
"Ini baru menginspirasi. Patut ditiru perjuangannya. Ingat dunia itu keras, bagi yang tak mau berjuang akan tertinggal. Mari bangkit dari rebahan," tulis @afexxx01.
"Kunci sukses kata bapak gua "jangan gengsi", karena kalo udah gengsi susah buat ngejalanin," ungkap @kalxxx_1.
"Jangan malu untuk berjualan, malulah ketika kita tidak punya penghasilan," ujar @radxxx_zi.
(Dinda Rachmawati)
Berita Terkait
-
Keren, Pemuda Ini Tak Malu Jualan Bakso Malang di Sekolah, Kini Sudah Meraih Sukses
-
Kisah Sukses Bittersweet By Najla, Awal Buka PO Langsung Dapat Pesanan 100 Boks
-
Kisah Sukses Bisnis Sepatu PVRA, Sepatu Manik yang Tengah Digandrungi Perempuan
-
Bermula dari Reseller, Hany Purnama Asri Kini Sukses Jadi Pebisnis Olshop
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026
-
Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Sigambal Bantu UMKM Naik Kelas
-
BRI Siap Dukung Prabowo Perluas Kepemilikan Rekening, Inklusi Keuangan Jadi Fokus
-
Kasus ISPA di Batam Meningkat Efek Kabut Asap Karhutla
-
5 Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Batal Buntut Erupsi Anak Krakatau