SuaraBatam.id - Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di 29 desa, Pemkab Meranti mewaspadai calon Kades yang terlibat kejahatan.
Plt Kepala Bidang Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Saputra Warisa di Selatpanjang, Kamis (29/7/2021), mengatakan saat ini tahapan Pilkades tersebut masih dalam penelitian kelengkapan berkas administrasi dari para calon kepala desa.
Ia menyebut, sejauh ini pihaknya belum menemukan kendala dalam tahapan pilkades ini. Seperti bakal calon yang terlibat hal negatif seperti narkoba dan kriminal. Pihaknya juga menekankan panitia agar teliti saat mengecek keaslian berkas.
"Jika kedapatan saat dilakukan pengecekan terlibat narkoba atau pidana lainnya, otomatis mereka tidak bisa ikut dan langsung dinyatakan gugur. Panitia juga ditekan harus tegas. Jika persyaratan ternyata dipalsukan, panitia harus tidak mengikutkan bakal calon itu ke Pilkades," terangnya.
Meski tahap tersebut tengah diproses, pihaknya belum menerima rekapan berapa jumlah keseluruhan bakal calon yang akan mengikuti Pilkades.
"Kita masih menunggu dari pihak kecamatan data nama-namanya. Insya Allah nanti diumumkan sekaligus pleno penetapan bakal calon pada 3 Agustus 2021," ujar Saputra.
Lebih lanjut, Saputra menuturkan larangan adanya calon tunggal dalam Pilkades. Jika seandainya ada dua bakal calon, dan ternyata satu tidak lolos persyaratan maka akan ada penambahan waktu selama 20 hari ke depan untuk menunggu bakal calon yang mendaftar.
"Kalau dalam tempo waktu yang diberikan tidak ada juga yang mendaftar, maka posisi kades akan diduduki oleh penjabat hingga habisnya periode masa jabatan kades," pungkas dia.
Baca Juga: Diduga Tilep Dana Desa, Kades di Meranti Diamankan Polisi
Berita Terkait
-
Gaji Tak Naik Malah Dipotong, Honorer Tagih Janji Bupati Meranti
-
Nasib Honorer di Meranti Makin Miris Kala Pandemi, Gaji Dipotong, Terancam Diberhentikan
-
Aksi Kejar-kejaran Kapal Polisi dengan Penyelundup Sabu di Perairan Meranti
-
Badai Melanda Meranti, 12 Rumah Rusak-Puluhan Pohon Tumbang
-
Kriminologi Bukan Belajar Menjadi Kriminal
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
Terkini
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV