SuaraBatam.id - Belakangan, nama Haji permata bersliweran di berbagai media lokal hingga nasional. Peluru yang ditembakkan oleh Bea Cukai di perairan Sungai Bela, Indragiri Hilir, Provinsi Riaumenewaskan pengusaha Batam asal Bugis tersebut.
Haji Permata terindikasi jadi pentolan aktivitas penyelundupan sejak lama. Diduga melawan saat diamankan, para petugas lantas mengambil tindakan terukur.
Selama ini, sosok Haji Permata memang akrab dengan berbagai kontroversi. Namanya sering terseret sejumlah kasus terkait kepabeanan.
Hal ini jadi maklum, pasalnya, Haji Permata adalah pengusaha pemilik kapal yang biasa menjalankan bisnis dan aktivitas antar angkut barang.
Haji Pertama sudah berkali-kali bermasalah terkait izin dan legalitas. Salah satunya ketika Bea Cukai di Inhil mengungkap empat high speed craft (HSC) milik Haji Permata.
Saat itu, sejumlah barang ilegal, salah satunya rokok tanpa izin legas diamankan. Saat itu, Haji Permata tengah berada di HSC.
Terlepas dari segala kontroversi yang meliputinya, pria bernama asli Jumhan bin Selo itu cukup dekat dengan sejumlah warga. Terlebih bagi kalangan warga Batam keturunan bugis.
"Ibaratnya The God Father versi tanjung sengkuang. Orangnya suka membantu warga juga," kata salah seorang warga Tanjung Sengkuang.
Layaknya sosok Robin Hood, tidak sedikit warga yang mengatakan bahwa Haji permata kerap kali menolong masyarakat.
Baca Juga: Ramai Aksi Massa Pasca Kematian Haji Permata, Sejumlah Pejabat Gelar Rapat
Salah satu momen yang diingat Adi, saat akan memasuki lebaran Idul Adha, puluhan kambing dan juga sapi diqurbankan oleh Haji Permata. Hewan qurban itu diberikan ke beberapa masjid yang berada di Tanjung Sengkuang
"Ia juga sering memberikan sembako dan juga suka membantu warga yang sedang kesusahan," ujar Adi, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).
"Warga sini sudah banyak yang dicarikan kerja olehnya (Haji Permata), di beberapa PT yang berada di kawasan Batu Ampar dan Tanjung Sengkuang," sambungnya.
Salah satu kawan Haji Permata yang turut hadir di rumah duka, Putra, mengaku pernah berada satu sel bersama Haji Permata. Saat itu Haji Permata ditahan terkait masalah dengan Bea Cukai pada 2015.
"Haji Permata keluar (tahanan) lebih awal dibanding saya. Setelah beberapa bulan saya keluar, saya tidak tau mau kemana karena malu mau pulang kerumah keluarga, akhirnya saya menjumpai Haji Permata, Dan saya dibantu dari segi keuangan, hingga saya menganggap sosok Haji permata seperti orang tua saya sendiri," kata Putra.
Jeratan Kasus dan Kontroversi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia, dari Best CEO hingga Best Bank
-
Pengguna Qlola Tembus 99 Ribu, BRI Perkuat Platform Digital bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset
-
Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli