SuaraBatam.id - Proyek pembangunan kilang minyak di Pulau Janda Berhias, Kota Batam mulai bergeliat. Proyek sempat mandeg pada 2013 lalu karena dua perusahaan joint venture antara Sinomart KTS Development Limited (Sinomart) dengan PT Mas Capital Trust (MCT) berselisih.
Sinomart KTS Development Ltd yang bekerja sama dengan pemerintah dan investor lokal, memang direncanakan melanjutkan pembangunan yang tertahan selama 7 tahun itu.
Depo kilang minyak tersebut ditargetkan dapat mendorong perekonomian nasional dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, BP Batam, Sudirman Saad mengatakan, konflik investasi di Pulau Janda Berhias telah usai namun pihaknya masih menunggu eksekusi.
“Sudah masuk perdamaian, kita tinggal menunggu kelanjutannya,” ujar Sudirman, Kamis (29/10/2020).
Dengan modal investasi mencapai Rp14 trilyun, ia menyampaikan, investasi itu akan mencapai tujuan investasi Batam sebesar 1 Milyar USD jika targetnya tercapai.
“Kalau masuk semua, kita yakin realisasi investasi bisa mencapai 70 persen,” kata dia, melansir Batamnews.
Pada awalnya, Sudirman menyebutkan bahwa proyek tersebut seharusnya sudah melaksanakan ground breaking pada akhir tahun.
Meski demikian, bisnis PT Sinomart itu menghadapi jalan terjal. Mitra kerjanya PT Mas Capital Trust (MCT) dan PT BS, menggugat Sinomart yang menjadi anak perusahaan Sinopec Kantons Holding Limited.
Baca Juga: 2.001 Orang di Kota Batam Sembuh dari Virus Corona
Tidak hanya di Pengadilan Negeri Batam, kasus ini juga disidangkan di Arbitrase Internasional. Investasi yang mencapai 841 juta dolar AS dalam pembangunan kilang tersebut sempat terhambat akibat gugatan investor lokal.
Kuasa hukum Sinomart KTS Development Limited, EL Sajogo mengatakan, Sinomart menegaskan kembali itikad baiknya untuk berinvestasi di Indonesia dengan tetap mengandalkan keadilan dan dukungan dari Pemerintah.
“Kami meminta kepada PT Batam Sentralindo dan PT Mas Capital Trust untuk melaksanakan putusan arbitrase internasional. Serta perlakuan yang adil berdasarkan hukum bagi investor yang beritikad baik untuk melanjutkan proyek mereka di Indonesia,” ujar EL Sajogo, di Jakarta, Senin (9/3/2020) lalu.
Sajogo mengatakan, Sinopec sebagai induk dari Sinomart adalah salah satu perusahaan minyak dan petrochemical terbesar di dunia yang telah menanamkan investasi di Indonesia dengan rencana membangun dan mengoperasikan proyek depo minyak di pulau Janda Berhias.
Proyek depo minyak atau storage oil tersebut menampung 2,6 juta meter kubik dengan total investasi mencapai 841 juta dolar AS atau setara Rp 12 triliun.
Oktober 2012 lalu, Sinopec melalui anak perusahaannya yaitu Sinomart menandatangani perjanjian kerja sama untuk melaksanakan proyek melalui PT West Point Terminal yang berkedudukan di Batam dan melakukan perjanjian kerja sama dengan dua perusahaan yang saling terafiliasi yaitu PT Batam Sentralindo dan PT Mas Capital Trust.
Berita Terkait
-
4 Mayat Terbawa Truk Sampah ke TPA Punggur Dalam Beberapa Tahun Terakhir
-
2.001 Orang di Kota Batam Sembuh dari Virus Corona
-
Libur Panjang dan Akhir Pekan, Pelabuhan di Kepri Malah Sepi Wisatawan
-
Libur Panjang, Ribuan Orang Tinggalkan Batam
-
Habis dari Jakarta, Anggota KPU Kepulauan Riau Reaktif Corona
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Penemuan Kerangka Wanita Tanpa Identitas di Batam, Kepala Sudah Lepas
-
Pria Diduga Hina Suku Melayu Ditangkap Polresta Barelang, Sempat Minta Maaf
-
Pemuda Putus Cinta di Batam Bacok Tangan Sendiri, Ngaku Dibegal Biar Mantan Kasihan
-
Manager Hiburan Malam di Tanjungpinang Jadi Tersangka Pengeroyokan Polisi
-
Transformasi Tata Kelola BUMN Dinilai Positif dengan Perkuat GCG and Efisiensi