SuaraBatam.id - Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menilai program koridor Travel Bubble Batam - Bintan sejak 24 Februari lalu, kurang efektif menggenjot perekonomian sektor pariwisata yang lesu akibat pandemi Covid-19.
"Program Travel Bubble masih kurang efektif untuk Kepri. Terutama hanya Batam dan Bintan. Ini hasil evaluasi yang sudah kita lakukan," terangnya saat ditemui di Batam View Resort, Rabu (16/3/2022) malam
setelah pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, di Ibukota Negara (IKN) Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kekurangan koridor Travel Bubble, adalah kapasitas Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang, belum sesuai dengan kapasitas Resort yang telah disediakan.
"Kapal yang masuk dengan skema ini, tidak masuk setiap hari, hanya di akhir pekan. Namun saat masuk, hanya membawa 10 orang Wisman," ungkapnya.
Baca Juga:Bukan 5 Tahun, KPU Kepri Sebut Jabatan Ansar Ahmad-Marlin Agustina Hanya Tiga Tahun, Alasannya Ini
Selain itu, kata dia belum dapat dirasakan sepenuhnya oleh sektor pendukung pariwisata, terutama hotel, UMKM, dan kuliner yang tersebar di beberapa daerah lain terutama Kota Batam.
"Untuk itu, kemarin saya ajukan agar Kepri sama dengan Bali. Di sini kita bisa menerapkan Vaccinated Travel Lane (VTL). Skemanya disamakan dengan Bali, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat," pungkasnya.
Dengan penerapan skema VTL di Kepri, Ansar menuturkan bahwa selanjutnya seluruh daerah wisata sudah dapat terbuka sepenuhnya.
Untuk diketahui, dengan skema VTL, Wisatawan Asing diperbolehkan masuk tanpa karantina, dengan syarat telah divaksinasi penuh.
Tidak hanya kawasan Nongsa di Batam, dan kawasan Lagoi di Bintan, namun dengan skema ini Wisman bahkan bisa langsung berkunjung ke Kepulauan Anambas yang memiliki keindahan laut.
Baca Juga:Pekerja Migran Asal Malaysia dan Singapura Tetap Dikarantina 1 Hari di Batam
*Tiga Hotel Berbintang di Batam Terancam Tutup
- 1
- 2