"Dari sana pula kita mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam," terangnya.
Namun euforia Kampung Seni yang awalnya bersiap menyambut wisatawan itu kini mulai meredup dikarenakan pandemi Covid-19.
Meski demikian, Asep dan beberapa pelaku kerajinan lain juga menegaskan bahwa tidak akan berhenti dan menyerah untuk berkreativitas.
Saat ini, demi mendapatkan pemasukan, beberapa perajin kerajinan tangan juga tetap menghasilkan karya di kediamannya masing-masing dan dijual melalui daring.
Baca Juga:Mengenal Difabel Zone, Pengrajin Batik di Bantul dengan Skala Internasional
"Dulu saat awal terbentuk sudah sempat merasakan hasil walau belum maksimal, namun pandemi datang dan kegiatan terhenti," ungkapnya.
Diakui Asep, saat ini ia terus berusaha melakukan berbagai improvisasi demi bertahan di tengah pandemi.
Salah satunya adalah menitip lukisan di rumah warga, dimana hasil penjualan lukisan akan dibagi bersama dengan pemilik rumah.
"Titip di rumah warga yang aktif di Kampung Seni. Nanti saya dapat dan pemilik rumah juga dapat hasil dari penjualan lukisan itu," terangnya.
Meski demikian, Asep menerangkan dalam kondisi pandemi ini pihaknya tetap ingin merealisasikan Kampung Seni sebagai lokasi Perumahan yang berwarna dengan lukisan dan seni.
Baca Juga:Sempat Dapat E, Anies Minta Kemenkes Kaji Ulang Indikator Penilaian Penanganan Covid-19
Salah satunya adalah tetap melaksanakan mural di tembok warga yang kini dilaksanakan setiap malam.