Warga Sudah Saling Rindu, Kapan Akses Batam-Singapura Dibuka?

Akses Indonesia-Singapura yang masih ditutup membuat banyak warga Batam tak bisa berjumpa keluarganya di Negeri Singa.

Arief Apriadi
Sabtu, 03 April 2021 | 10:10 WIB
Warga Sudah Saling Rindu, Kapan Akses Batam-Singapura Dibuka?
Warga kota Batam, Rafni hanya bisa melakukan panggilan video untuk meredakan rindunya kepada keluarga yang tinggal di Singapura. Mereka tak bisa bertemu karena penutupan akses Indonesia-Singapura belum dibuka karena pandemi Covid-19. [Antara]

Bersyukur, kehangatan cinta dari anak-anaknya yang berada di Batam dan Tanjungpinang mampu memulihkan sakit nonfisik yang dideranya. Meski gelisah tak sepenuhnya reda.

Kini, Rafni hanya bisa melakukan telepon video setiap hari. Namun itu belum dapat membayar lunas rasa rindu yang menggunung.

Entahlah, Rafni memang sejatinya memang lebih banyak menghabiskan waktu di Singapura.

Pada pertengahan Februari 2020, ia pulang ke Batam untuk melepas rindu dengan cucu-cucu di Tanah Air, dan berencana kembali ke Singapura sebulan setelahnya.

Baca Juga:Pemkot Batam Pastikan Sekolah Terapkan Protokol Kesehatan

Apa daya, pada Maret 2020, pandemi menjajah dunia. Singapura menutup perbatasan. Rafni tidak dapat kembali ke Negeri Jiran.

Setahun telah berlalu. Hingga akhir Maret 2021 perbatasan dua negara masih ditutup, menyisakan ruang rindu yang menganga.

Harapan

Rafni tidak sendiri. Ada banyak keluarga di Batam yang musti memendam kangen dalam dada, akibat pandemi COVID-19.

Relatif banyak keluarga di Batam yang masih memiliki hubungan kekerabatan tali temali dengan warga di Singapura. Tidak heran, karena kedekatan geografisnya dan sejarah yang panjang.

Baca Juga:Akhir 2021, Seluruh Warga Kota Batam Terima Vaksin Covid-19

Seperti keluarga di Pulau Lengkang, yang memiliki banyak saudara di Singapura. Mereka juga harus menahan hasrat untuk saling mengunjungi akibat pandemi COVID-19.

"Dulu, sebelum pandemi, sering juga ke Singapura. Nenek kalau ke Singapura habis waktu. Menginap di rumah yang ini, nanti besok sudah dijemput lagi ke rumah saudara yang lain," kata Nulia (73), warga Pulau Lengkang.

Begitu pula dengan Lenny (16), juga harus memendam rindu untuk ayahnya yang berada di Singapura.

"Jangan rindu. Berat. Kamu enggak akan kuat. Biar aku saja," seloroh Lenny mengutip sebuah film. Ibunya berdarah Indonesia, dan ayahnya warga Singapura.

Biasanya, ayahnya yang bekerja di Singapura datang ke Batam dua kali dalam sebulan. Namun, sejak pandemi COVID-19, sudah lebih dari setahun tidak pulang.

Rafni, Nulia, Lenny dan banyak warga Batam, serta Singapura lainnya punya harapan yang sama; perbatasan segera dibuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini