Legenda Gajah Mina, Monster Laut Setengah Gajah dan Ikan di Natuna

Monster laut disebut Gajah Mina itu terapung apung di perairan Laut Natuna utara.

Pebriansyah Ariefana
Minggu, 21 Maret 2021 | 12:12 WIB
Legenda Gajah Mina, Monster Laut Setengah Gajah dan Ikan di Natuna
Gajah mina disebut muncul di Natuna, Kepulauan Riau. (ist)

SuaraBatam.id - Gajah mina disebut muncul di Natuna, Kepulauan Riau. Monster laut yang merupakan legenda turun menurun itu diduga terdampar dan sudah menjadi bangkai di Setapang Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna.

Monster laut disebut Gajah Mina itu terapung apung di perairan Laut Natuna utara.

Dilansir dari berbagai sumber, Gajah Mina digambarkan sebagai makhluk cryptid laut gabungan dari gajah dan ikan. Makhluk ini dikenal luas oleh pelaut Indonesia dan Malaysia.

Namanya "fish elephant" berarti ikan gajah, dan tidak dibingungkan dengan "elephant seal", yang berarti gajah laut.

Baca Juga:Geger Monster Laut Terdampar di Natuna, Panjangnya 12 Meter, Mirip Gajah

Dalam budaya Hindu Bali, Gajah Mina adalah salah satu dari 7 binatang mitologi. Bentuk ikan berkepala gajah sering dicat atau diukir di Candi sebagai ornamen.

Dalam rekaman video amatir terlihat Warga Setapang Desa Kelanga sedang mengunakan perahu sampan, sambil mendayung mengabadikan kejadian langka tersebut. Video Beredar luas di Whatsapp Group Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) Natuna, Sabtu (20/3/2021) pagi.

Kasat Intel Polres Natuna Iptu Khairul, membenarkan temuan warga, bangkai mirip binatang legenda Gajah Mina. Namun dirinya belum dapat merinci lebih lanjut apakah bangkai binatang yang terapung adalah Gajah mina.

"Mengenai temuan ini, Kita tunggu saja informasi lebih dalam, apakah ini benar Gajah mina yang legenda tersebut, yang ditemukan warga terapung di laut Natuna Utara,” ujar Iptu Khairul. Sabtu, (20/3/2021).

Di kalangan masyarakat setempat, dongeng tentang Gajah Mina ini telah hidup dalam budaya lisan orang Melayu di Daik Lingga.

Baca Juga:Kaki Membusuk Usai Kecelakaan, Remaja di Nutana Akhirnya Dioperasi

Gajah Mina atau lebih fasih dilafalkan" Gajah Mine" dalam dialek Melayu ini menjadi dongeng pengantar tidur.

Ada juga yang menyebutnya sebagai Gajah Laut.
Gajah Mina ini hidup dalam tutur lisan tetua melayu. Sulaiman Atan (65) masih ingat betul cerita tentang Gajah Mine.

Saat masih kecil, kakek 8 orang cucu ini selalu diceritakan dongeng tersebut oleh neneknya.

“Gajah Mine hewan laut yang bertubuh besar. Separuh gajah, separuh ikan. Ia penunggu laut. Hidup di dalam laut,” tutur pria yang akrab disapa Paklong itu.

“Masa kecil dulu, Paklong selalu diceritakan dongeng ini oleh nenek. Pada bulan purnama, Gajah Mine akan naik ke darat memakan daun pandan berduri. Itulah makanannya,” tambah Paklong.

Karena tahu hanya dongeng, Paklong tak mempersoalkan cerita tersebut. Sampai pada tanggal 13 Januari 2005 silam.

Ketika warga di pantai Dungun, kecamatan Lingga Utara dibuat geger oleh temuan sesosok binatang laut diduga gajah mina yang mati terdampar. Tepatnya dua pekan pasca bencana besar Tsunami di Aceh Tahun 2004.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini