Eko Faizin
Selasa, 29 September 2026 | 19:56 WIB
Ilustrasi tentara bayaran. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Pemuda asal Natuna bernama Rendi tewas di medan perang sebagai tentara bayaran Rusia pada September 2026.
  • Rendi bersama tujuh warga Indonesia direkrut dari Filipina untuk bekerja dengan kontrak bergaji besar.
  • Jenazah korban belum dapat dievakuasi karena kondisi medan pertempuran yang sangat rawan di Ukraina.

"Kami mendapat kabar duka ini dari kawan Rendi. Ada delapan orang dari Filipina yang mendaftar sebagai tentara bayaran di Rusia secara bersamaan," terang Ruskamal.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Rendi belum bisa dievakuasi. Kondisi medan pertempuran sangat rawan. Keluarga hanya bisa berharap.

Baik pemerintah daerah Natuna maupun pihak Rusia diminta segera mengevakuasi jenazah Rendi, yang hingga kini belum diketahui kondisinya.

Load More