- Pemuda asal Natuna bernama Rendi tewas di medan perang sebagai tentara bayaran Rusia pada September 2026.
- Rendi bersama tujuh warga Indonesia direkrut dari Filipina untuk bekerja dengan kontrak bergaji besar.
- Jenazah korban belum dapat dievakuasi karena kondisi medan pertempuran yang sangat rawan di Ukraina.
SuaraBatam.id - Seorang pemuda asal Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna dikabarkan tewas di medan perang setelah menjadi tentara bayaran Rusia.
Rendi memulai karier di Natuna sebagai karyawan perusahaan telekomunikasi Indosat. Pada 2022, ia dipindah tugaskan ke Batam.
Tak lama kemudian, ia mengundurkan diri dan pergi ke Jawa. Dari sana, Rendi direkrut untuk bekerja di Filipina sebagai tenaga ahli instalasi listrik.
"Sejak 2022, Rendi memang tidak pernah pulang ke Natuna," ujar ibu almarhum, Eniyanti kepada Batamnews--jaringan Suara.com, Selasa (29/9/2026).
Sang ayah, Ruskamal juga sangat terpukul. Dengan suara berat, Ruskamal menuturkan perjalanan hidup anaknya hingga bisa sampai ke Rusia.
Ruskamal menambahkan, Rendi sempat kembali ke Indonesia, tetapi hanya singgah di Jakarta. Tak lama berselang, ia dan kawan-kawannya kembali menerima panggilan kontrak kerja ke Filipina.
Awal Februari 2026, telepon dari Rendi mengubah segalanya. Ia mengabarkan sedang berada di Rusia bersama tujuh orang Indonesia lainnya.
Mereka mendaftar sebagai tentara bayaran, meski hanya ditempatkan di bagian logistik.
"Kami kaget. Tapi Rendi menenangkan kami. Katanya mereka hanya direkrut untuk logistik, bukan untuk berperang," kata Ruskamal.
Orang tua Rendi mengaku mengetahui perekrutan itu. Mereka bahkan dimintai tanda tangan persetujuan dari pihak Rusia.
Tidak main-main, gajinya sekitar 600 juta rupiah untuk kontrak enam bulan.
Saat ini, Rendi sedang menjalani periode kedua kontraknya. Ia berencana pulang ke Indonesia pada awal April 2027. Namun rencana itu tak akan pernah terwujud.
Pada 18 September 2026, Rendi masih menghubungi keluarga. Ia mengatakan akan dikirim ke garis depan pertempuran.
Untuk beberapa waktu, ia tidak akan bisa dihubungi. Sabtu malam, 26 September, kabar itu datang. Seorang rekan Rendi yang selamat mengabarkan bahwa 8 orang dari rombongan mereka gugur di medan perang.
Serangan drone tanpa awak milik Ukraina menghantam mereka. Rendi termasuk di dalamnya. Rekan yang selamat mengalami luka parah dan kini dirawat tim medis Rusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Warga Natuna Dikabarkan Tewas Kena Serangan Drone
-
Bantuan Sepeda dari BRI Peduli Antar Mahesa Lebih Dekat dengan Cita-Cita
-
2 Tewas dalam Bentrok di Setokok Batam, Polisi Didesak Usut Dalang Kerusuhan
-
BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri