- Pengawal pribadi Gubernur Kepri Ansar Ahmad terseret isu bos judi online.
- Personel Polda Kepri tersebut lantas dimintai keterangan Bidpropam setempat.
- Pemeriksaan berkaitan dengan informasi oknum itu pernah mengawal bos judol.
SuaraBatam.id - Polda Kepulauan Riau (Kepri) diterpa isu tak sedap di tengah penangkapan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat penipuan online (scam) judi online dan love scamming di Baloi View Batam.
Seorang anggota polisi berinisial BA, yang bertugas sebagai pengawal pribadi atau walpri Gubernur Kepri, Ansar Ahmad terseret dalam pusaran bisnis judi online (judol) tersebut.
Kabar beredar jika BA telah dimintai klarifikasi oleh Bidpropam Polda Kepri. Pemeriksaan itu berkaitan dengan informasi yang menyebut BA pernah mengawal bos judi online, AL.
Sosok AL diduga merupakan pengendali aktivitas love scamming, judi online, dan phishing e-commerce di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Batam.
Namun Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto membantah adanya keterlibatan BA dalam kasus tersebut karena belum ditemukan bukti.
"Setiap persoalan harus dilihat latar belakangnya. Bisa saja ada pihak yang tidak suka secara personal lalu mengatasnamakan orang lain," ujarnya dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com, Sabtu (9/5/2026).
Kombes Eddwi menganggap informasi yang beredar tetap perlu diuji karena narasumber yang memberikan keterangan tentang kabar itu belum tentu menyampaikan informasi yang benar.
Karena itu, ia meminta agar sumber informasi dalam pemberitaan dijelaskan secara terang. Eddwi membenarkan BA telah dimintai klarifikasi.
Dalam klarifikasi itu, BA membantah terlibat dalam pengamanan AL maupun kegiatan penukaran bitcoin di Batam.
"Hingga saat ini belum ada bukti yang mengarah ke sana. Tapi kalau nanti terbukti melanggar kode etik atau disiplin, pasti akan kami tindak tegas," ujar Eddwi.
Dia menegaskan, penanganan terhadap anggota Polri harus didasarkan pada bukti dan keterangan saksi yang jelas. Hal itu penting agar proses pemeriksaan berjalan objektif.
"Kalau memang ada bukti dan saksi, lalu terbukti melanggar, tentu kami tindak," tegas dia.
Eddwi mengatakan, pihaknya masih mendalami informasi yang beredar. Bidpropam juga masih mencari saksi-saksi yang mengetahui dugaan pengawalan tersebut.
"Bagaimana mau penyelidikan kalau belum ada bukti dan sumbernya juga belum jelas," tuturnya.
Meski begitu, Eddwi menyebut Bidpropam Polda Kepri akan memanggil sejumlah pihak yang namanya muncul dalam pemberitaan untuk dimintai keterangan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!
-
Mantri BRI Dewi Natalia, Dedikasi 15 Tahun Dampingi 380 Debitur Mikro
-
Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional
-
UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia
-
Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara