"Mereka (pembeli luar negeri) masih mau menerima kelapa dari sini dengan harga yang tinggi. Tapi, kebutuhan masyarakat kita yang harus diprioritaskan," tegasnya.
Selain kebijakan pembatasan ekspor, Pemprov Kepri juga bekerja sama dengan Bea Cukai untuk memastikan bahwa kelapa yang berasal dari Kepri tidak keluar dari wilayah tersebut sebelum kebutuhan lokal terpenuhi.
"Ketahanan pangan di Kepri harus berdaulat atau berdiri sendiri," tambah Nyanyang Haris.
Namun, meskipun langkah pembatasan ekspor telah diambil, masyarakat masih menghadapi kesulitan mendapatkan santan kelapa dengan harga yang terjangkau.
Beberapa konsumen bahkan mulai beralih ke produk santan instan sebagai alternatif, meskipun kualitasnya dianggap tidak sebaik santan kelapa murni.
"Kalau terus begini, masakan-masakan khas Ramadhan kita jadi kurang sedap. Mau tidak mau terpaksa pakai santan kemasan," ungkap Nurul, seorang ibu rumah tangga di Batam.
Krisis kelangkaan kelapa ini menambah daftar panjang persoalan ketahanan pangan di wilayah Kepulauan Riau.
Masyarakat berharap agar pemerintah segera menemukan solusi yang lebih efektif agar pasokan dan harga santan kelapa dapat kembali normal.
Hingga kini, Pemprov Kepri masih terus memantau situasi dan mengevaluasi kebijakan yang telah diterapkan.
Baca Juga: GEGER! Kantor BP Batam Digeledah Polda Kepri, Ada Apa dengan Proyek Revitalisasi Pelabuhan?
Kelangkaan Santan Kelapa di Kepulauan Riau, Harga Melonjak dan UMKM Terdampak
Kelangkaan santan kelapa dilaporkan terjadi di wilayah Kepulauan Riau (Kepri), mengakibatkan lonjakan harga yang signifikan dan mengancam keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada bahan baku ini.
Menurut laporan dari berbagai sumber, kelangkaan ini dipicu oleh beberapa faktor utama, di antaranya:
- Cuaca Buruk: Kondisi cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi dan angin kencang menghambat aktivitas pengiriman kelapa dari daerah penghasil ke pasar di Kepri.
- Produksi Kelapa Menurun: Penurunan produksi kelapa akibat serangan hama, usia pohon yang sudah tua, dan kurangnya perawatan pada perkebunan kelapa.
- Permintaan Meningkat: Momen-momen tertentu seperti menjelang hari raya menyebabkan lonjakan permintaan yang tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai.
- Distribusi Terhambat: Masalah logistik, keterbatasan armada, dan infrastruktur yang tidak memadai memperparah situasi distribusi kelapa dan santan.
- Harga Kelapa Mahal: Harga kelapa yang tinggi di tingkat petani berdampak pada harga jual santan, sehingga mengurangi daya beli konsumen.
- Spekulasi Pasar: Oknum pedagang yang menimbun kelapa atau santan untuk memperoleh keuntungan lebih besar turut memperburuk keadaan.
Dampak yang Terasa di Masyarakat dan Industri
Kelangkaan ini menyebabkan kenaikan harga santan yang cukup drastis, membebani masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha kecil yang mengandalkan santan dalam produksi makanan.
Beberapa UMKM terpaksa mengurangi produksi atau menaikkan harga produk mereka.
Berita Terkait
-
GEGER! Kantor BP Batam Digeledah Polda Kepri, Ada Apa dengan Proyek Revitalisasi Pelabuhan?
-
Kepri Siaga, Gelombang Tinggi dan Cuaca Ekstrem Ancam Wilayah Ini
-
16 Atlet Muaythai Batam Bertarung di Vitka Gym, Ajang Pemanasan Menuju Porkot 2024
-
Dipasangkan Gerindra dengan Nyanyang Haris di Pilkada Kepri, Ini Tanggapan Ansar Ahmad
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Menembus Wilayah Kepulauan, Mantri Perempuan BRI Perkuat Inklusi Keuangan di Sulawesi Tengah
-
Viral Pungli di Jembatan Barelang Batam, Penertiban Dilakukan Besok
-
Pemprov Kepri Buka Suara Jawab Isu Pengurangan Ribuan PPPK
-
BRI Pastikan Seluruh Aktivitas Bisnis Dijalankan Transparan dan Hati-hati
-
Perkuat Ketahanan Ekonomi Purna PMI, BRI Peduli Gelar Pelatihan Wirausaha di Cirebon