SuaraBatam.id - Beberapa wilayah pesisir di Kepulauan Riau diprakirakan terdampak banjir rob. Daerah tersebut diantaranya pesisir Karimun, Dabo, Batu Ampar dan Tanjung Uban.
Dilansir dari Batamnews--jaringan suara.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena tersebut diakibatkan karena Super New Moon atau fase Bulan Baru yang bersamaan dengan Perigee (Jarak terdekat bulan ke bumi) akan terjadi pada 21 Januari 2023.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo menyebut, fenomena itu berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum dan menyebabkan banjir rob. Banjir rob diprediksi terjadi dengan waktu yang berbeda-beda di setiap wilayah.
"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (17/1/2023).
Berikut daerah yang berpotensi terdampak banjir rob berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut.
1. Pesisir Aceh (Pesisir Sabang, Meulaboh) 19 - 26 Januari 2023
2. Pesisir Sumatera Utara (Pesisir Belawan dan sekitarnya) 19 - 26 Januari 2023
3.Pesisir Sumatera Barat (Pesisir Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat dan Pesisir selatan) 20 - 24 Januari 2023
4. Pesisir Lampung 21 - 25 Januari 2023
Baca Juga: BMKG: Waspada Banjir Rob di Pesisir Pantai Seluruh Jawa Barat, Penyebabnya Karena Ini
5. Pesisir Kep. Riau (Pesisir Karimun) 17 - 29 Januari 2023
6. Pesisir Kep. Riau (Dabo) 18 - 28 Januari 2023
7. Pesisir Kep. Riau (Batu Ampar) 19 - 29 Januari 2023
8. Pesisir Kep. Riau (Pesisir Tanjung Uban) 21 - 26 Januari 2023
9. Pesisir Bangka Belitung 20 - 28 Januari 2023
10. Pesisir utara DKI Jakarta 18 - 24 Januari 2023
Berita Terkait
-
Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?
-
Di Papua, Perempuan Mengelola Laut Lewat Tradisi Sasi agar Tetap Lestari
-
TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai, Dorong Kemandirian Ekonomi
-
Banjir Rob di Semarang Bikin Tekor Rp848 Miliar: Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
SPPG di Anambas Ditutup Imbas Ratusan Siswa Keracunan Makanan Gratis
-
Kompolnas Soroti Kasus Penganiayaan Sesama Polisi hingga Tewas di Polda Kepri
-
Sosok Bripda AS, Tersangka Penganiayaan Polisi Junior Polda Kepri hingga Tewas
-
Dividen BRI Tahun Buku 2025 Mencapai Rp52,1 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Imbal Hasil Besar
-
Polda Kepri Tetapkan Bripda AS Tersangka, Inilah Kronologi Tewasnya Polisi Muda