SuaraBatam.id - Aksi unjuk rasa ratusan warga Perumahan Putra Jaya, Tanjunguncang berakhir dengan kekecewaan saat Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menolak menandatangani surat perjanjian yang dibawa oleh warga.
Untuk diketahui, aksi warga yang berlangsung pada, Senin (7/11/2022) ini guna menuntut janji BP Batam sebagai regulator penyediaan air bersih, terkait suplai air yang tidak berlangsung selama 24 jam.
"Dari tahun 2011 selalu berjanji, padahal pimpinannya sudah ganti berapa kali. Selalu berjanji, ini saja janji yang dikasih ke kami. Cuma kasih nomor WA, dan tidak mau tandatangani surat yang sudah disepakati warga," tegas Risma salah satu pengunjuk rasa.
Kini setiap harinya, ia harus begadang setiap malam untuk menampung air, ditambah dalam waktu beberapa belakangan, suplai air semakin tidak lancar.
“Terpaksa begadang setiap hari. Anak-anak saya juga ikut begadang, dari jam 12 sampai jam 4. Karena begadang tiap hari, sakit kami jadinya,” ujar Risma.
Sebagai gantinya, warga perumahan tersebut diberikan mobil tangki air, dengan Risma hanya mendapat jatah 2 ember saja.
"Untuk mandikan anak saya pun kurang 2 ember. Dari zaman ATB sampai ke Moya (Pengusaha pengelola air), kami sering demo. Dua hari lancar setelah demo, abis itu mati lagi," kata dia.
Tomy salah satu warga Perumahan Putra Jaya lainnya menambahkan selama suplai air terhenti, Tomi mengaku terpaksa harus memanfaatkan air kolam yang keruh agar dapat digunakan untuk mencuci dan kebutuhan lain.
Kolam yang diakuinya merupakan bekas galian tambang pasir di kawasan pemukiman mereka
“Gak ada pilihan lain, kolam itu kan nampung air hujan juga,” ujarnya.
Ia juga mengaku heran dengan sistem suplai air di daerah dekat perumahannya, pasalnya karena suplai air di perusahaan dekar kawasan perumahan mereka lancar selama 24 jam.
Terpisah, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi hanya dapat menjanjikan penyelesaian masalah air di Perumahan Putera Jaya Tanjunguncang.
"Saya tidak mungkin main-main. Janji adalah hutang yang harus saya selesaikan. Kami serius ingin menyelesaikan masalah ini," kata Rudi saat menemui warga.
Muhammad Rudi menjelaskan, pihaknya sedang mengupayakan dua solusi untuk mengatasi permasalahan itu.
Pasalnya, kondisi pipa saluran air di Batam telah menghawatirkan karena berusia 25 tahun.
Berita Terkait
-
Disnaker Bantah Ada Korban Pingsan di Job Fair Batam 2022, Kini Ubah Pola Penyerahan Dokumen
-
10 Tahun Begadang Demi Air Bersih, Warga Tanjunguncang Datangi BP Batam
-
Membludak, Sejumlah Pencari Kerja di Job Fair Batam 2022 Pingsan
-
Ribuan Pencari Kerja Menumpuk, Bursa Kerja Batam Dihentikan Sementara
-
Pemerintah Ngebut Bangun Perumahan di IKN: Kami Ingin Memanusiakan Pekerja
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Dividen BRI 2025 Tembus Rp52,1 Triliun, Didukung Kinerja dan Laba Solid
-
Ajudan Pribadi Gubernur Kepri Terseret Isu Pengawalan Bos Judi Online
-
Per Maret 2026, Holding UMi Telah Menjangkau Lebih dari 33,7 Juta Pelaku Usaha
-
Per Maret 2026, BRILink Agen Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
-
Ratusan Warga Asing Digerebek di Apartemen Baloi View, Imigrasi Batam Beri Penjelasan