SuaraBatam.id - Tanjungpinang sudah memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP). Gedung tersebut baru saja diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas, Rabu 26 Oktober 2022.
MPP Kota Tanjungpinang menjadi MPP ke-75 di Indonesia dan ke-2 di Provinsi Kepri, setelah Kota Batam.
"Lokasi gedung MPP ini sangat strategis, bekas kantor wali kota dan letaknya cukup bagus dengan suasana alam hijau dan alami," kata Abdullah Azwar Anas usai peresmian MPP Kota Tanjungpinang.
Menurutnya, penyelenggaraan MPP di setiap daerah akan terus didorong untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan nyaman. Karena, ini menjadi salah satu komitmen dan fokus utama pemerintah dalam reformasi birokrasi.
Ia berharap keberadaan MPP bisa menjadi legacy atau warisan bagi warga Tanjungpinang. Menurutnya, ke depan MPP bisa menjadi pusat pembelajaran untuk siswa SD, SMP, bahkan SMA tentang bagaimana pelaksanaan pelayanan publik.
Dia mengatakan MPP bukan hanya sebagai mal saja, namun bagaimana mengintegrasikan layanan publik yang efektif dan efisien sehingga akan semakin mempermudah masyarakat setempat.
"Di MPP ini, warga bisa mengurus berbagai layanan publik tanpa harus berpindah-pindah kantor karena pelan-pelan semuanya terintegrasi di sini," ujarnya.
Ia optimistis pembangunan MPP Kota Tanjungpinang bisa menjadi model percontohan bagi kabupaten/kota lain yang belum memiliki MPP.
"Mudah-mudahan banyak warga Tanjungpinang datang ke MPP untuk mengakses layanan publik," ucapnya.
Sementara, Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengatakan kehadiran MPP menjadi rumah kebersamaan yang menyatukan layanan pemerintah, instansi vertikal, BUMN serta swasta untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Rahma menjelaskan terdapat 31 instansi yang tergabung dengan 151 jenis layanan di MPP, mulai dari akta kelahiran, SIM, paspor, KTP, pertanahan, pernikahan, hingga perizinan.
Baca Juga: Rampok Piting Seorang Perempuan di Tanjungpinang Saat Merampok Dini Hari
"Kita hadirkan MPP sebagai bukti kita bergotong royong memberikan kemudahan untuk masyarakat," ujarnya.
Meski di tengah keterbatasan APBD Kota Tanjungpinang, katanya, pihaknya tetap memprioritaskan pembangunan MPP pada tahun 2021. Total anggarannya sekitar Rp4,8 miliar untuk keperluan renovasi gedung bekas kantor wali kota serta kelengkapan sarana pendukungnya.
Rahma menegaskan MPP merupakan salah satu inovasi sekaligus langkah strategis dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tujuannya mempermudah pelayanan masyarakat, memberikan kepastian investas,i dan kemudahan mengurus perizinan bagi kalangan dunia usaha.
"MPP ini adalah rumah yang kita hadiahkan untuk seluruh masyarakat Tanjungpinang," ucap Rahma. [antara]
Berita Terkait
-
Dari MPP hingga Zona Integritas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik
-
Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak
-
Resmikan 8 MPP Baru, Menteri Rini: Masyarakat Membutuhkan Layanan yang Mudah dan Terintegrasi
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal
-
Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta
-
Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar
-
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Warga Natuna Dikabarkan Tewas Kena Serangan Drone
-
Bantuan Sepeda dari BRI Peduli Antar Mahesa Lebih Dekat dengan Cita-Cita