SuaraBatam.id - Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengalokasikan Rp2,3 miliar untuk mengendalikan inflasi sebagai dampak dari kenaikan harga BBM.
Anggaran itu disediakan sekitar dua persen dari dana alokasi umum (DAU) untuk program subsidi.
"Anggaran ini untuk mendukung program bantalan sosial sekaligus pengendalian inflasi berupa program-program subsidi," kata Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan, Rabu, dikutip dari Antara.
Plt Bupati Bintan menyatakan upaya yang dilakukan itu sebagai reaksi pemerintah daerah untuk mengendalikan laju inflasi atas harga kebutuhan pokok akibat naiknya harga BBM.
Pemerintah daerah juga akan melakukan langkah-langkah strategis berupa pengecekan atas keterjangkauan harga, melakukan komunikasi yang efektif, memantau ketersediaan pasokan serta memastikan kelancaran distribusi bahan pokok.
Roby meminta dinas terkait lebih intensif turun ke lapangan untuk mengecek harga pasar bahkan hingga ke jalur distribusinya agar jangan sampai terjadi lonjakan angka inflasi terlalu tinggi.
"Kemudian harus mulai aktif jangan sampai ada penimbunan barang, karena juga akan mengakibatkan harga bahan pokok naik tinggi. Tak boleh ada yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan di luar batas kewajaran," ujar Roby.
Sementara itu, Penjabat Sekda Bintan Ronny Kartika menyebut berdasarkan pemantauan dari dinas terkait yang turun langsung ke lapangan, terdapat tiga bahan pokok yang terpantau mulai merangkak naik, yaitu cabe merah, tepung terigu dan kacang kedelai.
Pihaknya telah merancang dan menyusun skema melalui program kegiatan di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) strategis untuk menekan laju inflasi tersebut.
Baca Juga: Pengusaha Kapal di Kepri Sepakat Naikkan Ongkos Maksimal 20 Persen
"Kita sudah menyusun kerangka program kegiatan ke depan melalui Dinas Sosial Bintan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Perhubungan dan dinas strategis lainnya dalam mendukung program penekanan angka inflasi," tuturnya.
Pemerintah pusat secara resmi menaikkan harga BBM per 3 September 2022. Harga pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp10 ribu per liter. Lalu solar subsidi menjadi Rp6.800 dari Rp5.150 per liter. Sedangkan Pertamax nonsubsidi menjadi Rp14.500 dari Rp12.500 per liter. [antara]
Berita Terkait
-
Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto
-
Ekonom Nilai Konsumsi Masyarakat Masih Solid di 2025, Begini Datanya
-
Inflasi Tinggi Mengancam di Awal 2026, Apa Dampaknya?
-
Inflasi Terjaga, BI Tetap Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Daging Ayam
-
Gegara Banjir, Inflasi Aceh, Sumut, Sumbar Meroket di Akhir Tahun
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen
-
Wakil Kepala BGN Ingatkan Pihak Terkait MBG Bekerja Sama dengan Baik
-
BGN Minta Mitra dan Yayasan Peduli Terhadap Siswa-siswi Penerima Manfaat
-
Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Kepri Dimutasi, Berikut Namanya
-
Anggota Polisi di Kepri Jalani Sidang Etik usai Diduga Aniaya Pacar