SuaraBatam.id - DPRD Kota Batam mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Batam memiliki Bank daerah tersendiri, dibandingkan memberi penambahan modal bagi Bank Riau Kepri.
Hal ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus), Udin P Sihaloho setelah Pembahasan Ranperda Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Daerah Pemko Batam pada beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Pada Ranperda ini, Pemko Batam berencana menambah nominal penyertaan modal kepada PT. Bank Riau Kepri sebanyak Rp 100 miliar.
"Memang kerjasama Pemko Batam dengan Bank Riau Kepri sudah lama. Namun mengapa dengan modal sebesar ini, tidak berpikir untuk membentuk Bank Daerah sendiri," tegasnya saat ditemui di DPRD Batam, Senin (4/4/2022).
Penambahan modal bagi Bank Riau Kepri, juga dianggap tidak masuk akal mengingat CSR yang tidak pernah dirasakan oleh masyarakat Kota Batam.
Tak hanya itu, Udin juga menilai PT. Bank Riau Kepri selama ini tidak bersifat transparan kepada DPRD Kota Batam.
"CSR mereka tak transparan. Berapa yang mereka keluarkan dan apa saja yang mereka bangun," lanjutnya.
Dalam hal ini, tim Pansus juga menyarankan agar Pemko Batam mendirikan Bank Daerah sendiri, dengan modal mencapai Rp 200 miliar.
Tim Pansus juga optimis Bank milik Pemko Batam ini bisa lebih berkembang bahkan eksis di Kota Batam. Asalkan bisa dikelola oleh orang yang profesional.
Sisi positif lainnya, juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Kota Batam.
"Pembayaran gaji pegawai, anggota dewan, pembayaran pajak bisa melalui Bank milik Pemko Batam ini," katanya.
Sebelumnya, penyertaan modal Pemko Batam di Bank Riau Kepri sebesar Rp 50 miliar atau sebesar 4,52 persen.
D imana Kota Batam berada di urutan ke 6 dari seluruh pemegang saham di Bank Riau Kepri.
"Nah awalnya saham Pemko ada Rp 50 miliar di Bank Riau Kepri lalu Pemko rencana mau tambah Rp 100 miliar jadi totalnya Rp 150 miliar," katanya.
Ia menambahkan selama ini, perputaran uang Pemko Batam di PT Bank Riau Kepri, bukan hanya dari Rp 50 miliar penyertaan modal itu saja.
Berita Terkait
-
Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi
-
Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam
-
BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!
-
OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas
-
OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Kasus ISPA Batam Melonjak Akibat Kabut Asap, Anak dan Lansia Paling Rentan
-
Polda Kepri Resmi Larang Personel Gunakan Rokok Elektrik
-
Kompensasi Blackout Cuma Rp6 Ribu-Rp12 Ribu, Tagihan Listrik Warga Batam Malah Naik
-
Mundur dari Polri, Sosok AKBP Netty Siagian Ternyata Pernah Kritik Seskab Teddy
-
KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi