SuaraBatam.id - Badan POM Loka Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Tanjungpinang mengamankan distributor dan menyita sejumlah merek kopi kemasan yang mengandung bahan kimia obat seperti sildenafil sejenis obat kuat atau viagra serta paracetamol.
Kepala BPOM Tanjungpinang, Rai Gunawan mengatakan BPOM pusat telah merilis sebanyak 6 merek kopi kemasan mengandung bahan kimia obat secara ilegal.
Sehingga pihaknya melakukan pengawasan di Kota Tanjungpinang dan menemukan distributor penyalur sejumlah kopi kemasan tersebut.
Diketahui, lanjut Gunakan bahwa peredaran kopi kemasan tersebut sudah terjadi sejak lama pada tahun 2019 sampai 2020 di Tanjungpinang.
"Untuk di Tanjungpinang sendiri masih ada indikasi penjualan kopi-kopi yang mengandung bahan ilegal tersebut. Cuman terakhir di tahun 2021 kemarin kita sudah menemukan distributornya kita sudah amankan produknya dan sudah diproses hukum," ujar Gunawan saat ditemui di Kantor BPOM Tanjungpinang, Senin (14/3/2022).
Dikatakan Gunawan, untuk proses hukumnya masih berjalan dan belum dilimpahkan ke Kejaksaan. Sehingga dirinya belum dapat menjelaskan secara detail.
"Berapa jumlah produk nya dan mereknya belum dapat saya sampaikan. Karena masih berjalan pemeriksaannya. Untuk tersangka sudah ada, tunggu pelimpahan baru kita ekspose," terangnya.
Dari penangkapan tersebur oleh pihak BPOM Tanjungpinang, Gunawan meyakinkan di Tanjungpinang sudah tidak ada lagi peredaran kopi kemasan yang mengandung bahan kimia ilegal tersebut. Kalau masih ada ditemukan, kata Gunawan mungkin diluar objek pengawasan pihaknya seperti di kedai kopi.
"Kalau di objek pengawasan kami seperti toko obat, toko jamu dan apotek sudah tidak ditemukan. Kalau di kedai kopi, memang masih ada laporan. Nah di situ susahnya kami mengontrol karena diluar objek pengawasan BPOM," jelasnya.
Dijelaskannya untuk pengawasan kedia kopi, ini masalah kewenangan yang terbatas. Sehingga pihaknya belum bisa melakukan pengawasan sendiri ke kedai kopi. Kecuali kata Gunawan, pihaknya bersama lintas stakeholder bisa melakukan pengawasan.
Diketahui, kopi kemasan yang mengandung bahan kimia sildenafil dan paracetamol, antara lain Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. Kedua bahan kimia tersebut dilarang digunakan dalam produk pangan.
Masyarakat diminta bijak pilih produk
Gunawan juga menjelaskan sejumlah produk kopi kemasan tersebut, ditemukan logo izin BPOM palsu. Sehingga apabila digunakan tidak sesuai aturan pakai (dosis), bahan kimia obat ini dapat menimbulkan risiko tinggi dan efek samping yang dapat membahayakan kesehatan.
"Jadi masyarakat harus tau izin edar itu penting. Dan harus di cek benar, sebelum membeli," harapnya.
Pengecekan izin edar tersebut, kata Gunawan, bisa dilakukan menggunakan aplikasi BPOM Mobile.
"Jadi masyarakat bisa mengecek dari sana, tinggal dimasukkan saja nomor izin edar nya, atau bisa dimasukkan nama produsennya, produknya, kalau ada langsung muncul informasinya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Aksi Tendang Alquran Viral, Tujuh Remaja di Tanjungpinang Akhirnya Minta Maaf
-
Tujuh Remaja Penendang dan Pelempar Alquran di Tanjungpinang Minta Maaf
-
Oknum PNS Pemprov Kepri Digerebek Bareng Istri Orang di Kos, Sempat Berhubungan Badan
-
Tiga Kurir Sabu di Meranti Ditangkap, Pengendalinya Ternyata Napi Lapas Tanjungpinang
-
Ini Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi, Jika Salah Bisa Mengurangi Manfaat Kafein
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak
-
Pemukulan Siswa di Batam, Orang Tua Korban Ngaku Diintimidasi Lapor Polisi
-
Kick-off Perayaan HUT ke-131, BRI Kedepankan Semangat Ekonomi Kerakyatan
-
Gandeng Kemlu, BRI Dorong Investasi Global dan Perluas Akses UMKM ke Pasar Internasional