SuaraBatam.id - Peralihan dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan sudah di beritahu oleh Presiden Jokowi, maka beberapa daerah sudah mulai menjajaki investasi-investasi pembangunan PLTS.
Tanjungpinang, satu daerah akan memulai gebrakan tersebut. Investasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kapasitas Besar yang direncanakan di wilayah FTZ Tanjungpinang.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Ansar Ahmad pada Rapat Pemaparan Investasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kapasitas Besar Provinsi Kepri di Ruang Kerja Gubernur, Senin (20/12).
Dikutip dari kepriprov, investasi PLTS kapasitas besar tersebut setidaknya melibatkan 3 perusahaan yaitu PT. Pasir Panjang Nusantara yang merupakan perusahaan swasta nasional Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebagai mitra lokal, main contractor, dan konsultan perizinan, kemudian PT. Eco Solar Energi yang merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai fasilitator teknologi, Independent Power Producer, serta PT. Kemayan Bintan yang merupakan perusahaan swasta PMDN selaku pemilik lahan.
Kata dia, permasalahan lahan merupakan yang utama karena investasi ini berdasarkan pemaparan memerlukan lahan kurang lebih seluas 200 Ha.
“Untuk itu saya minta seluruh pihak terkait bekerja secara simultan, seperti BPN agar dapat membantu mengurus masalah lahan agar lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal, Disnaker Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan untuk penyediaan tenaga kerja, dan persoalan perizinan akan kita fasilitasi,” ujar Gubernur.
Untuk permasalahan lahan, Ansar yakin dengan luas 200 Ha pasti menyisakan permasalahan lahan yang masih dimanfaatkan masyarakat.
“Kemudian untuk masalah perizinan, supaya tidak ribet, klasifikasikan semua izin yang diperlukan, kemudian lakukan secara simultan,” kata Gubernur.
Investasi ini dapat segera dilaksanakan di awal 2022 sebagai perwujudan pemulihan ekonomi dengan terserapnya tenaga kerja lokal.
Baca Juga: Kepri Disebut Terbanyak Penambahan Kasus Covid-19, Ini Bantahan Gubernur
Sebelumnya perwakilan PT. Pasir Panjang Nusantara Imam Sugiarto memaparkan secara garis besar mengenai teknologi yang digunakan dalam investasi ini.
Ia menuturkan bahwa PT. Eco Solar Energy merupakan perusahaan PMA dari Korea Selatan dan saat ini sudah memiliki solusi di bidang energi baru dan terbarukan.
“Proyek PLTS yang sudah dikerjakan antara lain di Korea Selatan di 3 lokasi masing-masing dengan kapasitas 93, 100 dan 100 Mw. Kemudian untuk di Kepri, setelah melakukan survei di beberapa titik lokasi, sudah ditentukan di Kota Tanjungpinang tepatnya di FTZ Dompak,” ujar Imam.
Imam menambahkan bahwa investasi PLTS yang akan dibangun akan menggunakan teknologi Energy Storage System (ESS) di mana dengan teknologi ini PLTS tidak lagi mengandalkan gardu induk.
Kemudian dari segi penyerapan tenaga kerja, Imam menyampaikan bahwa pihaknya maupun PT. Eco Solar Energy selalu mengambil tenaga kerja lokal ataupun perusahaan lokal.
“Dimana pada PLTS ini akan diperlukan sekitar 1.000 sampai 1.500 tenaga kerja di mana akan menyerap tenaga kerja lokal sebesar 95 persen, dan 5 persennya dari kami. Nanti akan kita serahkan list data tenaga yang dibutuhkan, serta akan diberikan pelatihan terlebih dahulu sebelum comissioning,” ungkap Imam.
Berita Terkait
-
Menjemput Surya, Menyalakan Desa: Orkestrasi Raksasa Transisi Energi Era Prabowo
-
PLTS Terapung Tembesi 74 Persen Rampung
-
Prabowo Genjot Energi, dari B50 hingga Proyek PLTS 100 GW
-
Pertamina NRE, Kodaeral III, dan Lumitech Daya Nusantara Studi Pengembangan Energi Terbarukan
-
Proyek PLTS 40 MWp Disiapkan Demi Kejar Target 100 GWp Energi Surya
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid