SuaraBatam.id - Munculnya virus COVID-19 varian baru yakni Omicron, menjadi daftar panjang kekhawatiran masyarakat dunia yang tak berkesudahan.
Apalagi virus tersebut memiliki sifat berbeda, lebih cepat menular kebal vaksin dan memiliki gejala yang tak biasa dari versi sebelumnya.
Dikutip dari herstory, Dr Angelique Coetzee di Pretoria yang menangani pasien COVID-19 omicron ini mengatakan bahwa gejala yang tak biasa itu termasuk kelelahan yang hebat dan detak jantung yang cepat.
Namun, Dr Angelique menegaskan bahwa itu tak menyebabkan hilangnya rasa atau bau seperti versi sebelumnya.
"Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya," kata Dr Angelique (30/11/2021).
“Yang harus kita khawatirkan adalah orang yang lebih tua dan tak mendapatkan divaksinasi. Jika mereka tak divaksinasi, kita akan melihat banyak orang dengan bentuk penyakit yang parah,” tukasnya lagi.
Strain Omicron, atau B.1.1.529, dikhawatirkan lebih menular dan mungkin dapat kebal dari vaksin.
Varian ini memiliki 50 mutasi genetik, yang sebagian besar telah diidentifikasi pada varian sebelumnya, bersama dengan tiga perubahan baru.
Prof Lawrence Young, dari Warwick Medical School, mengatakan “Varian baru ini sangat mengkhawatirkan. Ini adalah versi yang paling banyak bermutasi yang pernah kami lihat hingga saat ini. Varian ini membawa beberapa perubahan yang telah kita lihat sebelumnya di varian lain tetapi tak pernah bersama-sama tergabung dalam satu virus. Ia juga memiliki mutasi baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya."
Beberapa mutasi mirip dengan perubahan yang telah dlihat pada varian lain yang menjadi perhatian terkait dengan peningkatan penularan dan dengan resistensi parsial terhadap kekebalan.
“Kami membutuhkan penelitian laboratorium untuk menentukan apakah antibodi yang diinduksi oleh vaksin saat ini mampu memblokir infeksi dengan varian ini,” tutup Prof Lawrence.
Baca Juga: Transit di Changi, 2 Warga Afrika Selatan Positif COVID-19 Varian Omicron
Berita Terkait
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Alert! Kasus Covid-19 Indonesia Naik Lagi, Vaksin Masih Gratis?
-
80 Persen Kasus Glaukoma Datang Tanpa Gejala, Deteksi Dini Selamatkan Pasien dari Kebutaan Permanen
-
7 Gejala Omicron Kraken, Paling Cepat Menular Dibanding Varian Lain
-
6 Gejala Omicron BF.7 yang Banyak Dikeluhkan, Varian Sudah Masuk Indonesia!
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan
-
BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia, dari Best CEO hingga Best Bank
-
Pengguna Qlola Tembus 99 Ribu, BRI Perkuat Platform Digital bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset