SuaraBatam.id - Wali Kota Batam Muhammad Rudi menargetkan 100 persen warga Batam akan menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama pada November 2021.
Untuk mencapai target, maka ia menugaskan tiap Puskesmas melakukan vaksinasi 500 orang per hari
"Sekarang vaksin baru 84 persen. Masih 16 persen lagi. Maka saya tugaskan Pak Asisten, minta sampai November, 100 persen kita kejar," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Senin.
Menurut Wali Kota, proses vaksinasi di Batam semakin meningkat sejak sebulan terakhir. Dan pihaknya akan terus menggenjot agar seluruh warga sasaran mendapatkan kekebalan tubuh.
"Waktu kita rapat kemarin masih 79 persen, sekarang sudah 84 persen, berarti peningkatan ada," kata dia.
Pemerintah menetapkan 907.317 warga sasaran untuk menerima vaksin COVID-19. Sebanyak 758.103 orang atau 83,55 persen telah mendapatkan imunisasi dosis pertama, dan 544.315 orang di antaranya menerima hingga dosis kedua.
Ia merinci, untuk warga di atas 18 tahun, ditargetkan sebanyak 789.451 orang, sebanyak 664.007 orang atau 84,11 persen menerima dosis pertama dan 480.325 menerima dosis lengkap. (antara)
Pada usia 12-17 tahun, yang ditargetkan sebanyak 117.866 orang, sebanyak 94.096 orang di antaranya atau 79,83 persen di antaranya menerima dosis pertama dan 63.990 orang atau 54,29 persen dosis lengkap.
Lalu untuk kategori SDM nakes, dari 5.548 orang sasaran, sebanyak 9.557 atau 172,26 persen menerima dosis pertama, lalu 9.451 orang atau 170,35 persen menerima dosis kedua dan 4.390 atau 79,13 persen telah menerima booster dosis ketiga.
Baca Juga: Sebanyak 14 Kelurahan di Batam Zona Kuning, Kasus covid-19 Landai
Untuk lansia, dari 28.895 orang sasaran 19.936 orang atau 68,99 persen menerima dosis pertama dan 11.816 orang dosis kedua atau 40,89 persen.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
Berita Terkait
-
Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus
-
Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu
-
Kolaborasi dengan China, Menkes Ungkap Ada Peluang Indonesia Produksi Vaksin DBD Berbasis mRNA
-
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Pemkot Batam Soroti Izin Tempat Hiburan Jadi Lokasi Kasino yang Digerebek Bareskrim
-
Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia