SuaraBatam.id - Hari Kemerdekaan Indonesia turut dirayakan imigran yang berada di Bintan. Salah seorang imigran asal Sudan, Alzobier Pasha turut mendoakan kebaikan untuk Indonesia dan menyebut Indonesia patut menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dunia karena dapat menerima dan menghormari "pendatang".
"Saya doakan Indonesia semakin jaya, dan dapat terlepas dari pandemi Covid-19," kata Alzobier yang pasih menggunakan bahasa Indonesia.
Ia memang sudah tujuh tahun tinggal di Tanjungpinang dan Bintan. Ia berharap hak-hak dasar para pencari suaka yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Bintan dapat terpenuhi.
Ia dan rekan-rekannya terus berjuang untuk mendapatkan hak-hak dasarnya seperti bekerja mencari nafkah, mendapatkan ketrampilan dan pengetahuan, bersosialisasi dan berbaur dengan masyarakat sekitar.
"Hak-hak kami semakin lama semakin hilang, sementara usia kami terus bertambah, menua. Kami seperti manusia tidak berguna jika seperti ini terus. Bantulah kami. Lihatlah kami seperti manusia lainnya, manusia ciptaan Allah, yang perlu dibantu," ucapnya.
Keinginan para imigran menuju negara ketiga yakni Australia, Amerika Serikat, dan Kanada, untuk mendapatkan hak-hak dasar sebagai manusia yang merdeka. Meski demikian, ia bersedia menjadi warga negara Indonesia seandainya hak-haknya sebagai manusia dipenuhi.
"Kenapa tidak? Kami hanya butuh hidup nyaman dan aman, dan bisa beraktivitas seperti warga lainnya," ujarnya.
Saat ini, sejak tinggal di Hotel Bhadra, Pulau Bintan, seluruh Imigran mendapatkan uang dari IOM sebesar Rp1.200.000/orang. Uang itu tentu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para imigran.
Untuk menutupi kebutuhan konsumsi, mereka harus berhemat sehingga dalam sebulan mencapai Rp900.000-Rp1.000.000. Sehari mereka hanya makan dua kali, dan sesekali sarapan.
Baca Juga: Sakit Hati Gegara "Dicuekin", Pria 40 Tahun Bacok Calon Istri Hingga Tewas
Sisa uang Rp200.000-Rp300.000 untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti sabun, pakaian, dan transportasi, tidak mencukupi.
"Kami ingin bekerja. Di antara kami juga memiliki keahlian," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Laga Tottenham Vs Manchester City Diwarnai Ucapan Dirgahayu Indonesia ke 76
-
9 Pantun Ucapan HUT ke-76 RI, Cocok Dibagikan di Hari Kemerdekaan
-
Pemkab Bintan Pastikan Tak akan Beri Bantuan Hukum ke Bupati Apri, Ini Alasannya
-
Diduga Korupsi Hingga Rugikan Negara Rp250 Milyar, Berapa Harta Bupati Bintan?
-
Apri Sujadi Jadi Tersangka Korupsi, Sekda Bintan Beri Pembelaan: Beliau Sangat Ulet
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak