SuaraBatam.id - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengomentari lontaran kritik oleh politisi PDI Perjuangan seperti Effendi Simbolon dan Puan Maharani terhadap pemerintahan Joko Widodo.
Menurut Novel, para politisi PDIP itu tengah memainkan 'drama korea' guna mengalihkan isu kegagalan Pemerintahan Presiden Jokowi.
“Saya rasa mereka lagi main drama Korea demi mengalihkan isu kegagalan rezim ini. Padahal itu sesama mereka,” ujar Novel Bamukmin, dilansir dari Terkini.id, Sabtu (7/8/2021).
Tidak hanya itu, Novel juga menyoroti baliho Puan Maharani yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Sebelumnya, Ketua PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani mengkritik pemerintahan Jokowi terkait beberapa hal salah satunya soal data anak-anak yang menjadi yatim piatu karena Covid-19.
Sementara itu, sebelumnya politikus PDIP Effendi Simbolon juga mengkritik pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19 lantaran tak ingin menerapkan lockdown.
Menurut Effendi Simbolon, laju kasus Covid-19 bisa ditekan dengan cara menerapkan kebijakan lockdown.
Selain Effendi, anggota Fraksi PDIP DPR RI, Masinton Pasaribu juga terang-terangan mengkritik pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan soal Covid-19 sudah terkendali.
“Kalau terkendali itu basic-nya harus jelas, dasarnya apa? Buktinya, kan, melonjak di mana-mana. Artinya, itu pernyataan yang menggampangkan soal. Sementara Covid-19 ini tidak bisa hari ini dibilang terkendali, tau-tau besok penyebarannya sangat cepat,” kata Masinton.
Baca Juga: Kemendagri Ingatkan Pemda Perbaharui Data Laporan Penanganan Covid-19
Berita Terkait
-
Warga Kepri Belum Punya NIK dan e-KTP Bisa Vaksinasi Covid-19, Begini Caranya
-
Nasib Pengungsi Asing di Indonesia: Mereka Bilang Vaksin Hanya untuk WNI
-
Fasilitas Diperbaiki, Eks Hotel Mutiara Pekan Depan Mulai Jadi Tempat Isoter
-
Gara-Gara Hoaks, Penyandang Disabilitas di Sleman Takut Vaksinasi Covid-19
-
Epidemiolog Sebut Kapasitas Testing Belum Terpenuhi Selama PPKM Sebulan Terakhir
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar