SuaraBatam.id - Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Agus Sudibyo menyebut, 142.593 penduduk usia kerja di daerah itu terdampak pandemi COVID-19.
Lebih jauh ia menjelaskan, mereka yang terdampak dikelompokkan menjadi empat komponen, yaitu pertama penganggur karena COVID-19, kedua bukan angkatan kerja (BAK) karena pandemi COVID-19, ketiga tidak bekerja karena pandemi COVID-19, dan keempat penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja.
"Kondisi ketiga dan keempat merupakan dampak pandemi COVID-19 yang dirasakan oleh mereka yang saat ini masih bekerja. sedangkan kondisi pertama dan kedua merupakan dampak pandemi COVID-19 bagi mereka yang berhenti bekerja," kata Agus, Jumat (7/5/2021).
Ia merincikan, ada 26.405 warga produktif terdampak Covid-19 yang terdiri dari 8.190 orang bukan angkatan kerja (BAK) karena COVID-19, 9.216 orang sementara tidak bekerja karena COVID-19, dan 98.782 orang penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam akibat wabah.
Berdasarkan jenis kelamin, warga produktif laki-laki yang terdampak COVID-19 sebanyak 78.720 orang atau lebih besar daripada perempuan sebanyak 63.873 orang.
Sementara itu, jika dilihat dari daerah tempat tinggal, penduduk usia kerja di perkotaan yang terdampak COVID-19 sebanyak 136.719 orang, sedangkan di perdesaan sebanyak 5.874 orang.
"Penduduk usia kerja Februari 2021 sebanyak 1.737.977 orang, naik sebanyak 57.873 orang dibandingkan Februari 2020 dan naik sebanyak 27.383 orang jika dibanding dengan Agustus 2020," ungkapnya.
Sebagian dari kalangan ini, ujar dia adalah angkatan kerja yaitu 66,39 persen atau 1.037.133 orang, sisanya termasuk bukan angkatan kerja.
Komposisi angkatan kerja pada Februari 2021 terdiri atas 1.037.133 orang penduduk yang bekerja dan 116.745 orang pengangguran. Apabila dibandingkan Februari 2020 yaitu terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 24.377 orang.
Baca Juga: Ramadhan Keluarga Pak Modjo Season 2 (Part 4): Terungkapnya Rahasia
Penduduk bekerja mengalami penurunan sebanyak 24.871 orang dan pengangguran meningkat sebanyak 49.248 orang.
Sementara itu apabila dibandingkan kondisi Agustus 2020, kondisi pandemi COVID-19 jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 20.102 orang. Penduduk bekerja naik sebanyak 20.533 orang dan pengangguran turun 431 orang. [Antara]
Berita Terkait
-
Kampus Ini Tawarkan Insentif pada Mahasiswa yang Sudah Vaksinasi Penuh
-
Peneliti LIPI: Waspadai Kerumunan Warga Tak Mudik di Jabodetabek
-
Keluarga di Ponorogo Ambil Paksa Jenazah Covid di IGD, Polisi Periksa CCTV
-
Surat Keterangan Bebas Covid-19: Syarat dan Cara Membuatnya
-
Nongkrong Cari Angin, Kakek 73 Tahun Didenda Hingga Rp17 Juta Gegara Prokes
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid