SuaraBatam.id - Sempat terhenti usai Susi Pudjiastuti tak lagi menjabat sebagai menteri KKP, kini penenggelaman kapal ikan asing (KIA) tangkapan illegal fishing kembali dilakukan di perairan Kabupaten Natuna.
Sebelumnya, mantan menteri KKP terbaru, Edhy Prabowo justru lebih memilih memberikan kapal sitaan kepada yang membutuhkan seperti perguruan tinggi untuk bahan praktek.
Alasannya, sebut Edhy saat itu, menenggelamkan kapal butuh biaya yang tidak sedikit bahkan hingga Rp100 juta.
Kebijakan penenggelaman kapal lantas diganti, hingga akhirnya Edhy terjerat kasus korupsi ekspor benur dan digantikan Menteri KKP saat ini, Wahyu Trenggono.
Belakangan, penenggelaman kapal kembali dilakukan setelah menteri KKP baru, Wahyu Sakti kembali memberlakukan penenggelaman kapal karena dianggap memberi efek jera.
Langkah ini diambil setelah sebelumnya nelayan Natuna mulai mengeluh, kegiatan illegal fishing kembali marak usai era Susi.
Total ada sepuluh kapal ikan asing (KIA) ditenggelamkan di perairan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Rabu (31/3/2021) siang. Sepuluh kapal tersebut semuanya berasal dari Vietnam yang kedapatan mencuri ikan di Laut Natuna.
Penenggelaman digelar Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan ( PSDKP). Delapan kapal hasil proses hukum di Kejari Natuna dan dua unit kapal dari Kejari Karimun. Sebelum ditenggelamkan, kapal-kapal ini terlebih dahulu dibakar.
Penenggelaman kapal dilakukan dengan cara melubangi kapal dan pemberian beban agar mendukung penenggelaman yang ramah lingkungan tanpa mencemari udara.
Baca Juga: Disangka Gajah Mina, Identitas Monster Laut di Natuna Akhirnya Terkuak
“Ini merupakan bukti komitmen pemerintah terhadap penangkapan ikan Ilegal yang ada di perairan Natuna. Dengan ini kita tunjukan pada dunia internasional bahwa Indonesia tidak main main dengan pelaku aksi Illegal Fishing," ujar Kepala Kejaksaan tinggi Kepulauan Riau Hari Setioyono.
Berita Terkait
-
Tak Dikasih Ampun, 4 Kapal Asing Dimusnahkan di Kalimantan Barat
-
Dua Kapal Vietnam Curi 540 Ton Ikan Dari Perairan Indonesia Tiap Bulan
-
Viral Video Kapal Asing Bebas Keruk Ikan di Natuna, Nelayan: Kami Kesulitan
-
Bukan Gajah Mina, Identitas Monster Laut di Natuna Terungkap
-
Disangka Gajah Mina, Identitas Monster Laut di Natuna Akhirnya Terkuak
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia, dari Best CEO hingga Best Bank
-
Pengguna Qlola Tembus 99 Ribu, BRI Perkuat Platform Digital bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset
-
Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli