SuaraBatam.id - Tercatat 10 hektar hutan dan lahan di Kepulauan Meranti terbakar pada bulan ini. Kini, pihak berwenang telah menetapkan status siaga darurat bencana.
Kebakaran hutan yang terjadi selama Februari yakni tanggal 8 Februari di Desa Wonosari, Kecamatan Rangsang seluas 5 hektare.
Kemudian pada 11 Februari, 1 hektare lahan di Desa Kudap, Kecamatan Tasik Putripuyu juga terbakar. Terakhir, si jago merah melahap 4 hektare lahan di Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur pada 19 Februari kemarin.
"Saat ini kami bersama pihak kepolisian, TNI dan masyarakat sedang melakukan pendinginan terhadap lahan kebun sagu yang terbakar di Desa Lukun. Kebanyakan yang terbakar itu adalah lahan kebun milik warga," ungkap Kasi Karhutla dan Kecelakaan BPBD Kepulauan Meranti Ekaliptus, Sabtu (20/2/2021).
Ia juga menghimbau agar warga menjaga lingkungan daerah masing-masing dan melarang pembukaan lahan dengan cara dibakar.
"Karena sudah masuk musim kemarau, jangan sampai ada yang membuka lahan dengan cara dibakar," pinta Eka, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).
Ditemui terpisah, Kapolres Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan warga untuk memantau tiap desa.
Spanduk berisi imbauan yang bersifat ajakan cegah terjadinya karhutla juga dipasang hingga ke pelosok desa di Meranti. Kolong layar tersebut juga bertujuan agar masyarakat tahu dampak karhutla bisa menimbulkan bencana asap yang jadi gangguan bagi kesehatan.
"Kita juga ingatkan sanksi dan ancaman hukuman bagi pembakar lahan juga ada. Hal tersebut sebagai bentuk efek jera agar dikemudian hari tidak dilakukan lagi," tegas Eko.
Ia juga mengajak warga agar segera melaporkan saat menemui adanya kebakaran hutan atau lahan yang ada di lingkungan mereka.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Gambut Terjadi Lagi di Siak, Manggala Agni Diterjunkan
Berita Terkait
-
10 Titik Karhutla di Empat Kabupaten Berhasil Dipadamkan Polda Riau
-
40 Hektar Lebih Hutan di Bintan Kembali Terbakar, Tamparan Bagi Indonesia
-
Sering Hujan, BMKG Malah Minta Warga Lingga Waspada Kebakaran Hutan
-
Riau Tetapkan Siaga Karhutla, Gubernur Syamsuar Sebut Ada LSM Tak Setuju
-
Kebakaran Lahan Gambut Terjadi Lagi di Siak, Manggala Agni Diterjunkan
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak