SuaraBatam.id - Kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh pendeta di Batuaji hingga saat ini belum menunjukkan adanya perkembangan. Polisi masih terus melakukan pencarian keberadaan pelaku.
Pantauan SuaraBatam.id, rumah pelaku di Perumahan Marina Garden, Tanjunguncang terlihat sepi. dengan pintu tertutup rapat, nampak tidak ada satupun aktivitas di bangunan itu.
Tak jauh dari rumah pelaku, nampak gereja yang menjadi tempat beribadah pelaku dan juga korban juga tidak ada aktivitas, gereja dengan bangunan semi permanen tersebut tertutup rapat.
Bahkan tidak ada plang nama gereja, begitu juga pengurusnya yang tidak ada di tempat. Semua pintunya terlihat terkunci dari luar.
Ketua RT02 RW 12 Tanjunguncang, Nasikin mengatakan, rumah pendeta berinisial NPS sudah kosong sejak beberapa hari terakhir. Ia mengaku tidak mengetahui pasti keberadaan pelaku dan keluarganya.
"Sejak ramai-ramai keluarga korban ke Polsek Batuaji kemarin, pendeta dan keluarganya itu setahu saya sudah tidak ada lagi di rumah," kata Nasikin saat ditemui di rumahnya yang tidak jauh dari rumah pelaku, Kamis (11/11/2020).
Ia juga menjelaskan, keluarga korban dan pelaku memang sangat dekat. Sebelumnya, keluarga korban juga jadi salah satu yang turut membantu mendirikan gereja tersebut.
Keluarga korban juga tidak menyangka anaknya dilecehkan oleh pelaku, sehingga pihaak keluarga berharap pelaku segera diproses hukum.
"Kalau korban ini masih warga saya, kalau untuk pelaku ini warga RT 01. Tapi memang berdekatan," katanya.
Baca Juga: Memilukan! Gadis Belia Semalaman Jadi Budak Nafsu 3 Remaja Tanggung
Nasikin selaku ketua RT setempat sangat menyayangkan kejadian tersebut, terlebih lagi dilakukan oleh oknum pendeta. Pihaknya sendiri juga berharap agar Polisi bisa segera mengungkap kasus tersebut.
Kapolsek Batuaji, Kompol Jun Chaidir hingga kini masih belum bersedia memberikan keterangan secara resmi terkait kasus tersebut.
Namun pantauan di Mapolsek Batuaji penyidik terus berusaha meminta keterangan dari saksi baik di sekitar lokasi dan keluarga korban.
Saksi-saksi yang dipanggil penyidik ini diantaranya kedua orang tua korban, tetangga dan perwakilan dari keluarga korban.
Mereka dimintai keterangan di ruangan unit I secara tertutup. Hanya saja orang tua korban enggan berkomentar terkait pemeriksaan tersebut.
Kontributor : Ahmad Rohmadi
Berita Terkait
-
4 Tips Mencegah Pelecehan di Tempat Kerja
-
Jangan Takut! Ini Cara Melaporkan Pelecehan di Tempat Kerja
-
Memilukan! Gadis Belia Semalaman Jadi Budak Nafsu 3 Remaja Tanggung
-
Polisi Ungkap Pengiriman Sabu via Jasa Ekspedisi di Batam, Begini Modusnya
-
Terus Catat Kasus Baru, Semua Kecamatan di Batam Zona Merah Covid-19
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Menembus Wilayah Kepulauan, Mantri Perempuan BRI Perkuat Inklusi Keuangan di Sulawesi Tengah
-
Viral Pungli di Jembatan Barelang Batam, Penertiban Dilakukan Besok
-
Pemprov Kepri Buka Suara Jawab Isu Pengurangan Ribuan PPPK
-
BRI Pastikan Seluruh Aktivitas Bisnis Dijalankan Transparan dan Hati-hati
-
Perkuat Ketahanan Ekonomi Purna PMI, BRI Peduli Gelar Pelatihan Wirausaha di Cirebon