SuaraBatam.id - Dua nelayan asal Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau dikabarkan diamankan Aparat Penguatkuasaan Maritim (APM) Malaysia saat melaut di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kedua nelayan bernama Pendi dan Abdul Gani itu ditangkap dan ditahan sudah sejak 18 September lalu. Hingga saat ini belum diketahui keberadaan dan kondisi nelayan asal Jalan Paitam Sayarif, RT 003/ RW 002, Kampung Mantang Riau, Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang itu.
Ketua Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan, Syukur Harianto menjelaskan, kejadian itu berlangsung pada Jumat (18/9/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.
"Ketika itu mereka pergi melaut dengan kapal pompong panjang 10 meter dengan Mesin Yanmar 2 SG berkapasitas 2 Gross Tone (GT). Mereka bawa juga satelit, handphone, peralatan mancing, dan fiber," ujar Syukur, Sabtu (3/10/2020).
Di hari biasa, mereka melaut paling lama selama 3 hari. Namun, keduanya tidak segera kembali setelah 5 hari melaut. Hingga Selasa (22/9/2020) pukul 12.00 WIB, keluarga dari kedua belah pihak nelayan tersebut belum mendapatkan kabar atau informasi terkait keberadaan Pendi dan Abdul Gani.
Tidak lama setelahnya, muncul asumsi kedua nelayan tersebut ditangkap APM Malaysia. Banyak pihak yang mencari tahu keberadaanya dengan memonitor laman berita asal Malaysia.
Mereka lantas mengetahui dari berita online di Malaysia, yang menyebut bahwa kapal patroli Maritim Malaysia berhasil menahan kapal nelayan Indonesia sekitar pukul 15.02 WIB di sekitar 14,2 Mil Laut di Timur Tanjung Siang.
"Tapi kita perkirakan kapal kedua nelayan tersebut mengalami kerusakan dan hanyut masuk ke Perairan Malaysia sehingga diamankan oleh APM Malaysia," jelasnya, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).
Baca Juga: Bela Nelayan, AJI Makassar dan WALHI Sulsel Diserang Konten Palsu
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar
-
Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal
-
Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta
-
Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar