SuaraBatam.id - Bandara Hang Nadim Kota Batam secara resmi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maintenance Repair dan Overhaul (MRO). Usulan dari PT Batam Aero Technic ini telah disetujui oleh Kementerian Koordinator Perekonian.
Kawasan KEK ini jadi area industri dirgantara di Batam yang berfokus pada perbaikan dan service pesawat terbang. Sudah ada dua hanggar dan satu workshop telah dibangun di area ini.
Pada hanggar A yang memiliki luas 0,5 hektare mampu menampung 3 pesawat berbadan besar. Hanggar menjadi lokasi lokasi pengecatan body pesawat.
Sedangkan hanggar B yang memiliki luas 3 kali lipat dari hanggar A, yaitu 1,5 hektare, difungsikan sebagai area maintenance pesawat. Terutama pesawat-pesawat yang melakukan perbaikan wajib berkala, seperti penggantian ban, rem pesawat, hingga perbaikan besar.
Hanggar B bisa memuat hingga lima pesawat sekaligus, seperti pesawat berbadan besar dan pesawat ATR 42 atau pesawat ATR 72. Sedangkan Workshop sendiri akan memiliki fungsi sebagai media maintenance spare part pesawat, mulai dari flap pesawat hingga spare part berukuran kecil.
Manager Costumer Relation, Suci Perwira Negara mengatakan, saat ini, klien dari PT. Batam Aero Technic baru mendapatkan permintaan dari maskapai Lion Air Group saja.
“Kita kan masih dalam proses pembangunan, dan kapsitas daya tamoung kita juga masih terbatas sehingga saat ini kita masih menerima dari Lion Air Group saja. Tapi ketika semua progress pembangunan sudah selesai, Kita juga menerima klien dari maskapai lain dan tidak menutup kemungkinan klien internasional,” ujar Suci, kepada Batamnews.co.id (jaringan Suara.com).
Diresmikannya Bandara hang Nadim sebagai KEK diharapkan meningkatkan daya tarik Batam sebagai Kota Industri. Beberapa negara saat ini dikabarkan sudah mendaftarkan diri untuk menjadi kilen KEK Hang Nadim Batam seperti Malaysia, Vietnam dan Myanmar.
Baca Juga: Putuskan Pindah ke Bali, Jessica Iskandar: Semoga Ini Jadi Awal yang Baru
Berita Terkait
-
Dicari Pelaku Pencurian Helm di Ruko Nagoya Batam! Begini Tampangnya
-
Oknum PNS Kemenhub Diduga Pengedar Juga Positif Pengguna Narkoba
-
Balurkan Air Liur Pasien COVID-19 Ke Wajah, Warga Batam Dicari Gugus Tugas
-
Detik-detik Angin Puting Beliung Terjang Bengkong, Warga Panik
-
Begini Hasil Tes Usap 15 Warga Batam Penjemput Paksa Jenazah Covid-19
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Inovasi dari Perbatasan: Li Claudia Chandra Diganjar KWP Award 2026
-
SPPG di Anambas Ditutup Imbas Ratusan Siswa Keracunan Makanan Gratis
-
Kompolnas Soroti Kasus Penganiayaan Sesama Polisi hingga Tewas di Polda Kepri
-
Sosok Bripda AS, Tersangka Penganiayaan Polisi Junior Polda Kepri hingga Tewas
-
Dividen BRI Tahun Buku 2025 Mencapai Rp52,1 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Imbal Hasil Besar