SuaraBatam.id - Kasus pasien positif COVID-19 di Batam kembali bertambah 12 orang usai mereka sebelumnya diketahui menjemput paksa jenazah positif COVID-19.
Dinas Kesehatan setempat mencatat, ada 23 orang yang terlibat dalam penjemputan paksa jenazah yang sebelumnya menjalani perawatan di RS Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang.
"Iya ada 12 orang positif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Minggu (23/8/2020).
Ia melanjutkan, dari 23 orang yang melakukan jemput paksa, Gugus Tugas COVID-19 Kota Batam melalui rilis resminya menyatakan 12 orang diantaranya positif COVID-19 pada Sabtu (22/8/2020) malam.
Saat ini, dinas kesehatan setempat masih melakukan tracing pada sejumlah warga yang terlibat dalam penjemputan paksa jenazah berinisial YHG. Mereka juga mencari seorang warga lain yang diketahui membalurkan air liur jenazah positif COVID-19 ke wajahnya.
Mengenai penanganan selanjutnya, Didi mengatakan belum akan melakukan perlakuan khusus di rumah ibadah tempat jenazah sempat disemayamkan.
"Kalau mereka mau lakukan mandiri, silahkan," pungkasnya, kepada Batamnews.co.id (jaringan Suara.com)
berdasarkan rilis Gugus Tugas Batam terbaru, saat ini 12 warga terkonfirmasi positif COVID-19 yang terlibat dalam penjemputan paksa jenazah tercatat sebagai kasus 455 hingga 467.
Sebanyak enam orang dari mereka adalah pelajar lelaki dan perempuan berusia antara 11 hingga 16 tahun, kemudian tiga orang pekerja swasta berusia 40 tahun, 21 tahun dan 60 tahun, dua orang ibu rumah tangga berusia 51 tahun dan 67 tahun dan seorang wiraswasta berusia 44 tahun.
Baca Juga: BPBD: 117 Bencana Alam Terjadi di Agam Sejak Awal Tahun 2020
Masih berdasarkan catatan Gugus Tugas Batam, 12 warga itu telah ditempatkan pada ruang perawatan isolasi RSKI COVID-19 Pulau Galang dan kondisinya relatif stabil.
Jumlah kasus COVID-19 di kota setempat meledak. Pada Sabtu malam diumumkan sebanyak 30 tambahan warga terkonfirmasi positif.
Padahal pada hari-hari sebelumnya, rata-rata tidak sampai 10 orang yang dinyatakan terpapar virus corona.
"COVID-19 tidak akan berakhir selagi kita tidak mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Masker, distancing, dan kebersihan tangan," kata Didi.
Ia mengingatkan, apabila masyarakat tidak bisa menghindari berada di tengah-tengah keramaian, maka sebaiknya mengenakan pelindung wajah.
"Plus, pakailah face shield jika tidak bisa menghindari tempat keramaian," kata dia.
Berita Terkait
-
Sekeluarga di Aceh Marah Ogah Dites Swab, Kapolres Sampai Turun Tangan
-
Detik-detik Angin Puting Beliung Terjang Bengkong, Warga Panik
-
Begini Hasil Tes Usap 15 Warga Batam Penjemput Paksa Jenazah Covid-19
-
15 Orang Jemput Paksa Jenazah Covid-19, Begini Hasil Tes Swabnya
-
Lagi, Keluarga Paksa Bawa Pulang Jenazah Positif Covid-19 di Batam
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Warga Batam Diminta Tampung Air Banyak-banyak, Besok Aliran Mati di Berbagai Wilayah
-
Pengepul Chip dan Pemain Judol di Batam Dibekuk Polda Kepri
-
BBRI Masih Menarik di 2026, Laba Tumbuh dan Kredit Tetap Ngebut
-
Tumbuh 13,7%, BRI Kantongi Laba 15,5 Triliun di Triwulan I 2026
-
Selisih Gadai Mobil, Pria di Batam Dikeroyok Debt Collector