Ada yang Rusak dan Bocor, Revitalisasi Masjid Agung Batam Segera Dikerjakan dengan Pagu Anggaran Rp167 Miliar

Pagu anggaran yang digunakan sebesar Rp167 miliar.

Eliza Gusmeri
Rabu, 29 Juni 2022 | 20:00 WIB
Ada yang Rusak dan Bocor, Revitalisasi Masjid Agung Batam Segera Dikerjakan dengan Pagu Anggaran Rp167 Miliar
Masjid Agung Batam

SuaraBatam.id - Revitalisasi Masjid Agung akan segera dilakukan Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau.

Pagu anggaran yang digunakan sebesar Rp167 miliar.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyebutkan dari pagu anggaran Rp209 miliar, PT Adhi Karya memenangkan proyek dengan nilai Rp167 miliar.

Hal ini terdapat kurang lebih Rp40 miliar yang dihilangkan dari pagu anggaran yang dibuat Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam.

Baca Juga:Spanduk Perpat Singgung Holywings Terpajang di Jalan: Batam Bandar Madani Dicemari Holywings

"Tadi sudah disampaikan pagu anggarannya total Rp209 miliar, yang kemudian pemenangnya Rp167 miliar, ini akan menjadi masjid kedua di Pemkot Batam, dan ketiga setelah Masjid Tanjak. Saya harus mengakui konstruksi Masjid Tanjak jauh lebih baik dari masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Ini harus menjadi perhatian ketika memulai konstruksi proyek," kata Rudi di Batam, Rabu (29/6).

Rudi menjelaskan Pemkot Batam melakukan revitalisasi ini dikarenakan terdapat beberapa kerusakan dan kebocoran di Masjid Agung, sehingga perlu dilakukan revitalisasi terhadap masjid tersebut.

"Sudah kita usahakan perbaiki, tapi tidak ada jalan keluar maka kita lakukan revitalisasi. Bukannya kita ingin merubah tujuan niat awal merubah itu tidak. Tapi karena ini ada kebocoran dan usia bangunan yang sudah waktunya untuk di revitalisasi, maka nya kita lakukan itu," kata dia.

Dalam proses pengerjaan revitalisasi Masjid Agung, Rudi mengatakan akan memantau dan langsung pelaksanaannya.

Dengan begitu Rudi meminta kepada PT Adhi Karya untuk betul-betul dalam melaksanakan proyek ini.

Baca Juga:Demonstrasi di Holywings Batam Dibubarkan Paksa: Pendemo Dikejar-Kejar, Ricuh

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar mengatakan kontrak revitalisasi akan dimulai tanggal 5-6 Juli dan diperkirakan akan memulai pengerjaan pada pekan kedua di bulan Juli.

Hal ini dikarenakan masih ada beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan di masjid dalam waktu dekat ini.

"Setelah kontrak masih ada 14 hari waktu untuk memulai pengerjaan. Nanti ada ibadah kurban, dan juga doa bersama sebelum pengerjaan dimulai. Setelah itu selesai baru alat berat dan lainnya masuk, dan area masjid mulai disterilkan dan berbagai kegiatan," kata Suhar.

Suhar menjelaskan berdasarkan paparan dari PT Adhi Karya, area masjid memang akan ditutup untuk tempat beribadah.

Namun pihak kontraktor akan menyiapkan bangunan sementara untuk ibadah, walaupun daya tampung tidak sebanyak bangunan utama.

"Tadi mereka sebut bisa 100 jamaah, namun dari Kemenag meminta ditambah mungkin 150-200 jamaah. Selain itu juga diatur tempat parkir dan lainnya. Intinya tidak mengganggu konstruksi yang tengah berjalan nanti," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini