facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Selama 30 Tahun Beroperasi, Hotel Harmoni Tutup karena Pandemi, Nasib Karyawan Bagaimana?

Eliza Gusmeri Selasa, 15 Februari 2022 | 15:00 WIB

Selama 30 Tahun Beroperasi, Hotel Harmoni Tutup karena Pandemi, Nasib Karyawan Bagaimana?
Suasana terakhir lobi Harmoni Hotel yang kini sangat kosong sebelum penghentian operasional (partahi/suara.com)

Padahal, ia sudah bekerja di situ selama 30 tahun. Kini, Ia terpaksa harus beralih profesi menjadi driver aplikasi online.

SuaraBatam.id - Ilham (50) adalah pekerja di Hotel Harmoni, Nagoya, Batam, Kepulauan Riau. Namun, nasibnya terancam sejak hotel itu memutuskan beroperasi dalam minggu ini. Terdampak karena pandemi.

Padahal, ia sudah bekerja di situ selama 30 tahun. Kini, Ia terpaksa harus beralih profesi menjadi driver aplikasi online.

"Saya bekerja sebagai Housekeeping selama 30 tahun di Harmoni Hotel. Kini saya sudah beralih menjadi driver ojol," jelasnya sambil tersenyum, saat ditemui di kawasan Nagoya, Selasa (15/2/2022).

Sebelum resmi diberhentikan, Ilham mengakui bahwa pihak management melakukan kewajibannya untuk memenuhi hak para pekerja.

Baca Juga: Kampung Bule Tak Segemerlap Dulu, Wisatawan Sepi dan Tempat Hiburan Malam Berubah Jadi Kamar Kos

Ilham terpaksa mendukung keputusan tersebut, mengingat turun drastisnya tingkat kunjungan tamu ke salah satu hotel tertua di Batam tersebut.

"Mau bagaimana lagi, memang kenyataannya seperti itu. Saya juga melihat langsung kalau kamar hotel banyak yang kosong dan tidak dipakai," terangnya.

Berbeda dengan Ilham, salah satu pegawai lainnya Minto Harmadi (38), juga mengaku menerima keputusan dari management, yang menghentikan operasional hotel.

Namun saat ini, Minto mengaku belum memikirkan langkah kedepan setelah berhenti bekerja di Harmoni Hotel.

"9 tahun bekerja disana, saat ini mau santai dulu lah mas. Belum ada kepikiran mau lanjut kemana," paparnya.

Baca Juga: Sebanyak 30 Siswa SMP Negeri 9 Kota Batam Reaktif Antigen dalam Target Surveilans Dinkes

Secara pribadi, Minto mengaku sedih karena harus kehilangan tempatnya bekerja, dan juga harus kehilangan rekan-rekannya selama bekerja.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait