alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sebanyak 1.395 PMI dari Malaysia dan Singapura di Karantina di Rusun Batam

Eliza Gusmeri Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Sebanyak 1.395 PMI dari Malaysia dan Singapura di Karantina di Rusun Batam
Pekerja Migran Indonersia (foto: antara)

Pemerintah siapkan tiga rumah susun dan delapan hotel yang sudah ditetapkan Satuan Tugas Khusus Penanganan COVID-19 Daerah Perlintasan setempat.

SuaraBatam.id - Pekerja migran Indonesia yang baru tiba dari Malaysia dan Singapura masih menjalani karantina di Kota Batam Kepulauan Riau.

"Total pada 10 Oktober 2021 sebanyak 1.395 orang PMI jalani karantina, 1.366 PMI/WNI, dan 29 orang WNA," kata Pjs Kepala Penerangan Korem 033/WP Mayor Inf Reza Fahlevi dalam keterangan, Rabu.

Pemerintah siapkan tiga rumah susun dan delapan hotel yang sudah ditetapkan Satuan Tugas Khusus Penanganan COVID-19 Daerah Perlintasan setempat.

Setibanya di Tanah Air, PMI dapat memilih untuk melaksanakan karantina di fasilitas yang disiapkan pemerintah atau di hotel dengan biaya mandiri.

Baca Juga: Polisi Batam Batalkan Transaksi Dua Kurir Narkoba Senilai Rp760 Juta

Ia menjelaskan, mayoritas PMI memilih menjalani karantina di Rusun.

Berdasarkan datanya, kini terdapat 431 PMI karantina di Rusun Pemkot Batam Tanjunguncang, 303 PMI di Rusun BP Batam Tanjunguncang dan 319 orang di Rusun Pemkot Putra Jaya.

"Sedangkan yang melaksanakan karantina mandiri di delapan 8 hotel yang telah di tetapkan sebanyak 77 Orang dan Shelter P4TKI Batam Kota sebanyak 41 Orang," kata dia.

Pihaknya juga mencatat sebanyak 224 PMI yang dirawat di RSKI Pulau Galang karena terkonfirmasi positif COVID-19.

Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu selaku Komandan Satuan Tugas Khusus (Dansatgassus) penanggulangan pemulangan PMI selalu memperbarui data pemulangan PMI ke Indonesia, katanya.

Baca Juga: Bea Cukai Batam Jual Kendaraan Lelang, Kas Negara Bertambah Rp5 Miliar

"Karena PMI dalam setiap harinya selalu datang dan ada juga yang keluar, setelah selesai melaksanakan karantina, dan setiap hari proses dalam pemulangan PMI," kata dia. (antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait