alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Curhat Penjual Bendera Sejak Era 80-an: Tahun Ini Nyaris Tidak Ada Pembeli

M Nurhadi Senin, 16 Agustus 2021 | 16:07 WIB

Curhat Penjual Bendera Sejak Era 80-an: Tahun Ini Nyaris Tidak Ada Pembeli
Eva salah satu penjual bendera di simpang vihara Mayteria Batam Center (Suarabatam/Nando)

"Kalau tahun ini, saya seperti tak bisa berkata apa-apa lagi. Benar-benar sepi, nyaris tidak ada yang beli," kata Baim.

SuaraBatam.id - Hari Kemerdekaan RI ke-76 tahun ini jadi cobaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Antusiasme warga juga terasa berkurang karena wabah virus corona membuat masyarakat kesulitan.

Hal yang sama juga terjadi dirasakan langsung oleh para penjual bendera di jalanan Kota Batam, Kepulauan Riau.

Hasil jualan mereka tidak seramai biasanya. Bahkan, hingga hari ini, Senin (16/8/2021), hanya sedikit bendera yang bisa mereka jual.

Salah satunya seperti yang diakui oleh Eva (40), salah satu penjual bendera yang berada di simpang Vihara Mayteria, Batam Center. Sejak berjualan dari 28 Juli lalu, baru sedikit bendera yang terjual.

Baca Juga: Passan Terakher, Film Perjuangan Dibumbui Komedi Romantis Tayang 17 Agustus 2021

"Padahal sudah dijual murah, seperti bendera ini yang kecil hanya Rp 25 ribu saja," ungkapnya ditemui di lapaknya, Senin (16/8/2021).

Hingga hari ini, Eva baru menjual 20 bendera. Menurutnya, anusiasme warga menurun drastis sejak tahun 2020 lalu.

Ia bahkan sampai menginap di lapak jualannya demi mampu menjual banyak bendera. Sehari-hari, Eva ditemani oleh suaminya. Ia dan suami harus tidur di tenda sederhana dengan beralaskan papan dan tikar.

"Siapa tahu kalau malam ada yang beli, makanya tidur selama ini disini saja. Pulang paling untuk mandi atau masak saja, untuk bekal di lapak," terangnya.

Hal serupa diakui Baim (49), penjual bendera yang biasa membuka lapak nya di kawasan Jalan Gajahmada, Sekupang.

Baca Juga: Bocah Hanyut di Drainase Batu Ampar Ditemukan Meninggal Dunia

Tidak hanya menurunnya penjualan, salah satu kendala lain yang kini dihadapi oleh para penjual adalah cuaca Batam yang tidak konsisten.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait